21 Hari Nyejer Ida Bhatara Turun Kabeh, Kegiatan Mendaki di Gunung Agung Ditutup
Pendakian sudah ditutup sejak beberapa pekan lalu. Langkah itu untuk menghindari hal yang tak diinginkan bagi pendaki.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Usai puncak karya akan digelar nyejer selama 21 hari dari purnama kedasa.
Selama rangkaian upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, segala aktivitas pendakian di Gunung Agung sementara ditutup.
Baik pendakian melalui Jalur Pengubengan dan Jalur Embong Desa Besakih, Kecamatan Rendang, maupun Jalur Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.
Menurut seorang warga Besakih I Ketut Suyasa mengungkapkan, pendakian sudah ditutup sejak beberapa pekan lalu.
Langkah itu untuk menghindari hal yang tak diinginkan bagi pendaki.
“Kemungkinan sampai usai Karya Ida Bhatara Turun Kabeh,” jelas I Ketut Suyasa kepada Tribun Bali.
Menurutnya, pendaki harus mengerti dan menghormati upacara besar yang dilakukan setiap tahun.
Kemungkinan, pemedek yang melakukan pendakian dengan tujuan sembahyang baru diperbolehkan.
Jika tujuan untuk mendaki maka tidak diperbolehkan untuk sementara.
“Kalau tidak salah, penutupan pendakian sudah masuk awig-awig (aturan) dari Desa Adat Besakih,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-bhatara-turun-kabeh2_20160324_130905.jpg)