Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali
Amokrane Kebal? Tembakan dan Alat Kejut Listrik pun Tak Mempan, Ini Akhirnya Bikin Tewas
Saat melihat rekannya ditikam hingga tewas, anggota Brimob terpaksa menembak Amok dengan peluru tajam. Tapi Amok yang sudah ditembak berkali-kali
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Amok pun kemudian menikam Brigadir Sudiarta yang kala itu dalam posisi terlentang tak berdaya.
“Sempat diberi tembakan peringatan tetapi diabaikan. Malah dia berhasil menangkap satu orang anggota kita dan terjadi pergumulan. Anggota kita kemudian ditusuk. Ada delapan tusukan, salah satunya mengenai leher dan jantung. Akhirnya anggota kita gugur. Karena sudah tidak bisa dikendalikan lagi akhirnya ditembak oleh aparat,” jelas Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto.
Kondisi anggota Buser Polsek Kuta Utara itu tampak kritis.
Brigadir Sudiarta kemudian meninggal lantaran luka yang dideritanya sangat parah.
Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit BaliMed.
Saat melihat rekannya ditikam hingga tewas, anggota Brimob terpaksa menembak Amok dengan peluru tajam.
Tapi Amok yang sudah ditembak berkali-kali menggunakan senapan laras panjang ini masih bisa berdiri dan bangun dari dalam got.
Sebelum naik, petugas mendekati Amok dan menancapkan alat stun gun (alat kejut listrik) ke leher Amox.
Tetapi stun gun kepolisian tak juga mempan dan diambil Amok kemudian dibuangnya.
Usai kena kejut listrik, Amok kembali berdiri dan belasan peluru pun kembali dilontarkan.
Terdengar sekitar 15 kali tembakan hingga akhirnya Amok tersungkur di bahu jalan dekat got.
Darah segar mengucur deras dari badannya.
Mendapati Amok masih berupaya bangkit untuk melawan, anggota Brimob kemudian melumpuhkannya dengan menembak di bagian kepala yang tepat menembus jidatnya.
"Amok tewas di tempat setelah kena tembak di bagian badan dan kepalanya," tandas Sugeng. (*)