Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali

Astaga, Amokrane 20 Kali Ditembak dengan Peluru Karet Tapi Tidak Mempan, Malah Tusuk Polisi

Apa yang terjadi? Amok malah menjadi beringas dengan menyerang anggota yang ada disekitar TKP secara membabi buta.

Tribun Bali/Istimewa
Amokrane melawan hingga akhirnya tewas diterjang peluru tajam, Senin (2/5/2016). 

Pasukan brimob tak memberinya ampun.

Tembakan pamungkas di kepala akhirnya memastikan Amok tewas.

Drama penembakan ini terjadi di Jalan Pantai Berawa, Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (2/5/2016) sekitar pukul 10.39 Wita.

Amok yang diketahui merupakan seorang petarung Mixed Martial Art (MMA) alias petarung bebas, dilumpuhkan dengan 15 peluru tajam lantaran melawan ketika petugas kepolisian serta imigrasi hendak meminta keterangan darinya atas sejumlah pelanggaran hukum yang ia lakukan.

Tidak hanya itu, Amok bahkan sempat menyerang anggota polisi dan kemudian menikam seorang anggota buru sergap (buser) Polsek Kuta Utara Brigadir Anak Agung Putu Sudiarta hingga tewas.

Seperti diberitakan Tribun Bali, Selasa (26/4/2016) lalu, Amok dikeluhkan sejumlah warga Berawa karena sering berbuat onar dan meresahkan masyarakat.

Makan di sejumlah restoran tak mau membayar.

Pria berbadan besar berkepala botak dengan sejumlah tatto di tubuh ini bahkan tak segan-segan mengancam membunuh warga.

Polsek Kuta Utara sudah dua kali melayangkan surat panggilan dengan ancaman dideportasi, namun tak diindahkan.

Bahkan surat panggilan terakhir pada 7 April lalu dirobek dan tak dipenuhi.

Tim gabungan dari kepolisian dan imigrasi kemudian mendatangi Amok di sebuah villa tempat ia tinggal di wilayah Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, kemarin.

Kedatangan polisi dan petugas imigrasi adalah untuk menjemput paksa Amok setelah beberapa kali mangkir dari panggilan polisi.

Tim ini terdiri dari Kapolsek Kuta Utara Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kaur Bin Plin Kompol I Gede Mustika, Kabid Penindakan Imigrasi Bandara Ngurah Rai M Soleh, Brimob kompi II Batalion B Polda Bali dipimpin Aiptu I Made Cakra, Dalmas Polda Bali dipimpin Iptu Ishak Koko Hosio, serta seorang penerjemah asal Prancis bernama Phillip.

Dengan kekuatan personel sebanyak 24 orang dari Polsek Kuta Utara dan Brimob Polda Bali bersenjata laras panjang, petugas berupaya menjemput Amok di kediamannya guna dibawa ke kantor polisi untuk meminta keterangan darinya atas ulahnya selama ini.

Sesampainya di depan villa, seorang petugas villa kemudian memberitahukan kepada Amok mengenai kedatangan polisi dan petugas imigrasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved