Dibalik Anak yang Sukses, Ada Orangtua yang Hebat
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, masyarakat diajak untuk meresapi pentingnya pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa.
Ketika anak merasa tidak mendapatkan rasa kasih sayang berupa perhatian dari orangtua mereka, maka tidak jarang si anak akan mencari kenyamanan diluar lingkungan rumah, dan berbahayanya lagi jika anak tersebut terjerumus ke dalam pergaulan negatif yang bermuara pada kasus kenakalan remaja.
Selama ini seorang anak selalu berada pada posisi bersalah/obyek penderita pada kasus kenakalan remaja, dan banyak masyarakat kurang menyadari disinilah peranan orangtua dalam mendidik anak sangat diperlukan.
Ibarat peribahasa ‘melentur buluh biar dari rebungnya’ yang berarti mendidik anak hendaknya sejak kecil, karena ketika sudah dewasa karakter, watak, dan perangainya susah dibentuk.
Para orangtua zaman sekarang seharusnya melakukan introspeksi diri dengan mengubah cara berpikir dan kebiasaan yang dulu mungkin menyempatkan sedikit waktu bagi anak, sekarang mulai diubah, misal dengan cara sesibuk sibuknya atau semalam-malamnya pulang kerja, orangtua harus meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak.
Orangtua harus sadar pertemuan dengan anak tidak hanya sekedar bertemu biasa atau sekedar formalitas untuk menjalankan kewajiban sebagai orangtua ke anak, tetapi lebih dari itu orangtua harus memperhatikan ‘kualitas pertemuan’nya, misal orangtua bisa menanyakan kegiatan yang anak lakukan seharian, kegiatan sekolah mereka, pr mereka, dan alangkah baiknya orangtua menawarkan bantuan untuk membantu anak mengerjakan pr mereka bersama-sama.
Dengan cara tersebut, anak akan merasa mendapatkan perhatian dari orangtua mereka, walaupun hanya sedikit waktu tetapi jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan efek luar biasa bagi hubungan anak dengan orangtua. Seperti kata pepatah ‘small is beautiful’, kecil/sedikit itu indah, kadang hal-hal kecil yg bisa orangtua berikan kepada anak (kualitas pertemuan) malah lebih mendekatkan hubungan diantara mereka.
Keluarga sangat memegang peranan penting bagi perkembangan karakter dan mental seorang anak.
Melalui keluarga pula, anak pertama kali belajar bersosialisasi sebagai individu pribadi yang dihadapkan pada hak dan kewajiban mereka terhadap anggota keluarga lainnya.
Sehingga ketika terjun ke masyarakat, si anak mampu menyesuaikan perilaku dengan nilai-nilai tata krama dan sopan santun.
Ketika anak sudah dididik secara positif oleh keluarga mereka maka cerminan tingkah laku, kepribadian, karakter yang dihasilkan juga pasti berbuah hal yang positif.
Pentingnya peran keluarga dalam menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas harus disadari betul oleh para orangtua zaman sekarang yang sebagian besar disibukkan oleh pekerjaan kantor mereka.
Keharmonisan antara ayah dan ibu dari sang anak sangat besar mempengaruhi perkembangan kejiwaan seorang anak. Keluarga broken home, tidak harmonis, penuh dengan konflik, ‘lack of communication’/kurang komunikasi cenderung bisa menghasilkan anak dengan tipikal pendiam, minder, kuper.
Kondisi seperti itu akan dibawa sejak kecil dan sangat besar mempengaruhi jati diri si anak ketika sudah dewasa.
Jadi intinya menjadi orangtua tidak mudah, tanggung jawabnya besar, jika ingin memiliki seorang anak yang cerdas maka jadilah orangtua yang hebat.
Jangan hanya semangat saat-saat ingin ‘punya/mendapatkan’ anak saja, tetapi setelah itu tidak semangat/malah tidak peduli untuk ‘memperhatikan’ perkembangan si anak.
Masa depan seorang anak sangat besar dipengaruhi oleh faktor keluarga.
Pihak orangtua dalam hal ini, harus mampu menciptakan kualitas didikan yang baik.
Sehingga nantinya diharapkan si anak bisa menjadi generasi muda yang membanggakan keluarga dan negara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-anak_20150410_163529.jpg)