Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Munaslub Golkar di Bali

Ade Komarudin : Kalau PDI Perjuangan punya Bung Karno, Golkar punya Soeharto.

Politisi asal Jawa Barat ini dengan berapi-api mengatakan agar Soeharto menjadi ikon partai berlambang pohon beringin tersebut.

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Ragil Armando
Keluarga Cendana, Tommy Soeharto (kanan) dan Titik Soeharto (kiri), menggelar jumpa pers untuk mengumumkan dukungannya kepada calon ketua umum Ade Komarudin di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali / Ragil Armando

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto tiba-tiba mendatangi ruang kampanye calon ketua umum (caketum) Partai Golkar di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Jumat (13/5/2016).

Sontak, caketum Ade Komarudin turun dari panggung lalu memeluk putra mahkota mantan Presiden RI Soeharto tersebut.

Usut punya usut, keluarga Cendana telah memutuskan mendukung Akom --panggilan Ade Komarudin-- sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Bali yang digelar 14-17 Mei 2016.

Mendapat dukungan dari trah Cendana, Akom pun ingin meniru Soeharto dan menjadikannya kebanggaan bagi Golkar.

Bahkan, Akom yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto yang tersangkut kasus “Papa Minta Saham” ini menyamakan Soeharto dengan Presiden RI Pertama Ir Soekarno dari segi ideologi.

“Kalau PDI Perjuangan punya Bung Karno, Golkar punya Soeharto,” tegas Akom disambut applaus Tommy yang didampingi sang kakak Titik Soeharto.

Politisi asal Jawa Barat ini dengan berapi-api mengatakan agar Soeharto menjadi ikon partai berlambang pohon beringin tersebut.

Dia ingin menyerupai PDI Perjuangan yang memiliki ikon yang dikenal masyarakat luas, yakni Soekarno.

"Partai ini adalah partai karya kekaryaan. Itu ada legacy Pak Harto. Kita harus mengembangkan, Partai Golkar harus hormati legacy Pak Harto dan ikon Golkar adalah Pak Harto. PDI Perjuangan punya ikon. Kenapa Golkar tidak buat Pak Harto sebagai ikon? Kita tidak bisa lepaskan peran bapak pembangunan tersebut. Kita pewarisnya harus bisa menjaga legacy," katanya.

Dalam kampanye zona III tersebut, Akom berbagi panggung dengan dua caketum lainnya, Syahrul Yasin Limpo dan Airlangga Hartanto.

Tommy duduk di barisan depan bersama-sama pejabat Partai Golkar seperti Nurdin Halid dan Akbar Tandjung.

Akom melanjutkan, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Soeharto sangatlah kuat.

Berbeda dengan yang terjadi saat ini.

Maka dari itu, dirinya ingin mengembalikan semangat Partai Golkar seperti era orde baru (orba).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved