Amokrane Sabet Tewas Ditembak di Bali
Jenazah Polisi yang Gugur Diserang Amokrane Diarak Warga Sejauh 2,5 Kilometer
Jajaran kepolisian telah berbaris rapi dalam menyambut peti mati almarhum yang sudah terlilit bendera Merah Putih.
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suara dentuman senjata laras panjang yang dilepaskan 10 anggota kepolisian serta alunan terompet mengiringi pengabenan Brigadir Anak Agung Putu Sudiarta yang gugur saat bertugas.
Seluruh jajaran kepolisian melakukan penghormatan terakhir saat upacara kebesaran polri berlangsung di Setra Desa Padangsambian, Denpasar, Bali, Senin (23/5/2016) siang itu.
Sejak pukul 7.00 Wita, rumah duka sudah kedatangan puluhan kerabat, warga, teman, serta rekan kerja Brigadir Sudi untuk menghadiri upacara pengabenan.
Selama upacara berlangsung, istri almarhum, Made Ayu Larasati, pun tak bisa menyembunyikan rasa duka yang sangat mendalam setelah kepergian sang suami tercintanya.
"Maaf saya tidak bisa berbicara banyak karena sedang berduka," ucapnya lirih.
Sesekali, wanita yang baru sebulan bekerja di sebuah pabrik plastik ini pun mengatakan harapan sang suaminya untuk keluarga ke depan untuk menjaga anak-anaknya.
"Kepada anak-anak jangan nakal," tuturnya.
Dalam upacara ngaben tersebut juga, Brigadir Sudi diberikan kenaikan pangkat ke Brigadir Kepala Anumerta setelah pria asal Padangsambian itu gugur saat dirinya turut serta dalam upaya penangkapan warga asal Prancis, Amokrane Sabet, pada 2 Mei lalu.
"Sedih dan bercampur bangga," singkatnya sembari menahan kesedihannya.
Larasati pun menitip pesan kepada jajaran kepolisian agar jangan sampai terulang kembali kejadian yang dialami almarhum suaminya.
"Jangan terulang lagi korban jiwa seperti yang dialami ajik," imbaunya.
Dalam upacara ngaben tersebut, tampak ratusan orang yang hadir dan memadati setra yang berada di Jalan Gunung Sanghyang tersebut.
Kehilangan sang suami yang merupakan seorang anggota kepolisian membuatnya berharap agar kelak putranya, Anak Agung Deva Arigangga, menjadi penerus ayahnya sebagai seorang polisi.
"Ya semoga Gung Deva bisa menjadi penerus ayahnya," terangnya.
Dia menceritakan sejak kecil Gung Deva yang merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluarga bercita-cita menjadi polisi seperti ayahnya.