Ketika Raja Jaya Pangus Memadu Kasih di Bali Dan Dikutuk Menjadi Barong Landung

Diceritakan Raja Jaya Pangus jatuh hati pada Kang Cing We, sehingga mereka memadu kasih di Bali.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN BALI/NYOMAN MAHAYASA
Tari Gambuh Anyar “Kang Cing Wie” oleh SMKN 4 Kabupaten Bangli di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Bali, Selasa (28/6/2016) 

“Karena perang besar, maka Bhatari Batur tedun,” jelasnya.

Dalam pementasan yang dipertunjukkan siswa-siswi SMKN 4 Bangli ini juga tampak ada pementasan Rangda yang merupakan perwujudan dari Bhatari Batur.

Di akhir pertunjukkan, Rangda tersebut terlihat mengutuk Raja Jaya Pangus dan Kang Cing We.

Seketika muncul Barong Landung inovasi berupa dua penari wanita yang masing-masing digendong oleh penari pria lainnya. Penonton pun sontak takjub.

“Terkadang saat pentas di pura ini, ada saja yang kerauhan, terutama yang memerankan Kang Cing We. Karena secara umum, gelungan penari dan Rangda itu kan sakral. Kami juga merenovasi tabuh yang sudah ada. Kami selipkan hiburan dan pelawakan. Gambuh anyar  adalah gambuh direnovasi. Seperti tema PKB, kami ingin melestarikan seni gambuh, karena ini merupakan bagian dari tradisi Bali. Agar masyarakat mengetahui inilah pagelaran gambuh,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved