Ketika Raja Jaya Pangus Memadu Kasih di Bali Dan Dikutuk Menjadi Barong Landung
Diceritakan Raja Jaya Pangus jatuh hati pada Kang Cing We, sehingga mereka memadu kasih di Bali.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Eviera Paramita Sandi
“Karena perang besar, maka Bhatari Batur tedun,” jelasnya.
Dalam pementasan yang dipertunjukkan siswa-siswi SMKN 4 Bangli ini juga tampak ada pementasan Rangda yang merupakan perwujudan dari Bhatari Batur.
Di akhir pertunjukkan, Rangda tersebut terlihat mengutuk Raja Jaya Pangus dan Kang Cing We.
Seketika muncul Barong Landung inovasi berupa dua penari wanita yang masing-masing digendong oleh penari pria lainnya. Penonton pun sontak takjub.
“Terkadang saat pentas di pura ini, ada saja yang kerauhan, terutama yang memerankan Kang Cing We. Karena secara umum, gelungan penari dan Rangda itu kan sakral. Kami juga merenovasi tabuh yang sudah ada. Kami selipkan hiburan dan pelawakan. Gambuh anyar adalah gambuh direnovasi. Seperti tema PKB, kami ingin melestarikan seni gambuh, karena ini merupakan bagian dari tradisi Bali. Agar masyarakat mengetahui inilah pagelaran gambuh,” jelasnya. (*)