Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banyak Kader Hengkang, Demer Minta Golkar Bali Introspeksi dan Tiru Novanto

Hengkangnya tokoh-tokoh Golkar untuk menyeberang ke partai lain, mendapat tanggapan dari anggota Dewan Pakar DPP Golkar...

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Yudistirani
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melobi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk berfoto bersama di Rapimnas Golkar, Jakarta, Kamis (28/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hengkangnya tokoh-tokoh Golkar untuk menyeberang ke partai lain, mendapat tanggapan dari anggota Dewan Pakar DPP Golkar, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer.

Demer menilai, hengkangnya kader Golkar Bali itu disebabkan kurang baiknya tata kelola partai yang dilakukan oleh pengurus di segala lini.

Selain itu, juga terjadinya arogansi kepemimpinan yang semakin membuat tidak nyamannya kader.

“Saya rasa karena itu lah kemarin terjadi Munaslub, ada tata kelola yang kurang bagus sehingga partai sempat terpecah dua. Nah kalau saya melihat Pak Novanto (Ketum Golkar Setya Novanto) lebih akomodatif, dan mudah-mudahan introspeksi terjadi. Saya berharap di bawah jangan terjadi arogansi kepemimpinan,” jelas Demer, Jumat (19/8/2016).

Seperti diketahui, dua tokoh Golkar memilih hengkang ke NasDem.

Mereka itu, Wayan Sukaja yang menjabat Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Tabanan dan putra tokoh senior Golkar IGN Alit Yudha yakni, I Gusti Ngurah Danil Yunandha Yudha alias Gung Danil.

Menurut Demer, seharusnya jajaran DPD I Golkar Bali dapat merangkul kader-kader yang pernah berseberangan dengan Ketua Golkar Bali Sudikerta.

Bahkan, Demer menegaskan, para kader-kader Golkar Bali seharusnya dapat meniru kepengurusan DPP di bawah kepemipinan Novanto yang dapat merangkul para kader yang bersebrangan.

“Di provinsi juga begitu, harus bisa merangkul kader-kader untuk diajak bersama-sama membangun partai, terutama yang dulu sempat berseberangan. Kalau tidak dirangkul, ya pasti lari dong, ya kan. Kader-kader Bali saya minta tirulah yang di DPP, tirulah gaya Pak Novanto yang mengakomodir kepengurusan. Mereka punya potensi, mereka merasa berjuang, bahkan ada yang sudah berdarah-darah dari dulu bahkan. Kemudian yang merasa berjuang-berjuang ini tidak diakomodir, dan ternyata malah mengadopsi orang baru, ya saya tidak bisa menyalahkan apalagi yang telah berjasa berbuat pada Golkar,” sambungnya.

Demer yang anggota DPR RI ini mengingatkan, agar kader Golkar Bali melakukan mulat sarira atau introspeksi agar tidak melakukan arogansi kepada kader-kader.

Ia juga menambahkan agar jajaran DPD I Golkar Bali agar tidak menganggap enteng hengkangnya banyak kader dari Partai Beringin ini jika tidak ingin terulang lagi kasus serupa.

“Bahkan harusnya kader-kader di Bali mulat sarira, jangan malah kebalik, mati satu tumbuh seribu. Waduh kalau begitu arogansinya yang keluar, jangan arogansi, coba koreksi diri sendiri, kenapa teman-teman lari. Sudahkah saya memberikan kepada teman-teman yang sudah berbuat kepada Golkar, kan partai ini diperjuangkan oleh banyak orang. Jangan merasa diri kuat dan merasa memiliki Golkar sendiri. Kalau tidak, ya nanti pasti ada lagi (yang hengkang) seperti ini,” pungkasnya.

Sumber di internal DPD II Golkar Tabanan menyatakan, hengkangnya Sukaja sudah diprediksi sejak awal.

Karenanya, langkah Sukaja loncat ke NasDem itu tidak membuat kaget.

"Kami sudah prediksi itu sejak awal. Kami di partai tidak kaget dengan hal itu," ujar pengurus DPD II Golkar Tabanan yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis, Jumat (19/8/2016).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved