Melarat di Pulau Surga
Memilukan, Karma dan Keluarganya di Gianyar Hidup dari Bantuan Tetangga
Insiden dua tahun silam itu terjadi saat ia menebang pohon di ketinggian 15 meter.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Made Karma (46) hanya bisa terbaring di tempat tidur di sebuah rumah kecil dengan genting yang berlubang.
Kedua kakinya lumpuh saat terjatuh menebang pohon beberapa tahun lalu.
Lantaran tidak bisa bekerja, kini Made Karma, istri dan anaknya yang berumur empat tahun hanya bisa makan dari bantuan pangan yang diberikan oleh para tetangga.
Semantara pemerintah hingga kini belum pernah memberikan santunan kepada warga miskin ini.
Dengan kondisi yang serba kekurangan, Made Karma menceritakan kelumpuhan yang ia alami akibat kecelakaan saat bekerja, pada akhir 2014 lalu.
Insiden dua tahun silam itu terjadi saat ia menebang pohon di ketinggian 15 meter.
Sempat tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar.
“Ketika sadar di Rumah Sakit Sanjiwani, saya baru merasa seluruh tubuh tidak bisa digerakkan, kata dokter ada kerusakan di tulang pinggang saya, “ tuturnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh keluarganya untuk kesembuhan Made Karma.
Namun sayangnya, hingga semua harta bendanya dijual untuk biaya berobat, Made Karma tidak memperoleh kesembuhan.
Dia dinyatakan lumpuh. Karena tidak memiliki biaya berobat, kini Karma dan keluarga hanya menanti mukjizat dari Ida Sang Hyang Widhi.
“Kaki saya masih bisa sedikit digerakkan tetapi lemah sekali sehingga tidak bisa beranjak dari tempat tidur, “ ucap Karma sembari menggerakkan kakinya dengan susah payah.
Istrinya, Nyoman Bukti, tidak henti-hentinya meneteskan air mata.
Sebab ia tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak memiliki keahlian dan ijazah.
Selain itu, dia juga tidak leluasa meninggalkan rumah lantaran harus merawat suaminya dan buah hatinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/made-karma-berbaring_20161005_132458.jpg)