Melarat di Pulau Surga

Memilukan, Karma dan Keluarganya di Gianyar Hidup dari Bantuan Tetangga

Insiden dua tahun silam itu terjadi saat ia menebang pohon di ketinggian 15 meter.

Memilukan, Karma dan Keluarganya di Gianyar Hidup dari Bantuan Tetangga
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Made Karma berbaring di tempat tidurnya didampingi istri dan putra semata wayangnya, Made Sandiawan, Senin (3/10/2016). 

Dia dinyatakan lumpuh. Karena tidak memiliki biaya berobat, kini Karma dan keluarga hanya menanti mukjizat dari Ida Sang Hyang Widhi.

“Kaki saya masih bisa sedikit digerakkan tetapi lemah sekali sehingga tidak bisa beranjak dari tempat tidur, “ ucap Karma sembari menggerakkan kakinya dengan susah payah.

Istrinya, Nyoman Bukti, tidak henti-hentinya meneteskan air mata.

Sebab ia tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak memiliki keahlian dan ijazah.

Selain itu, dia juga tidak leluasa meninggalkan rumah lantaran harus merawat suaminya dan buah hatinya.

Sementara, seekor sapi yang sempat dipelihara pun sudah terjual untuk biaya hidup dan berobat suaminya.

“Kami hanya bisa hidup dari bantuan para tetangga. Biasanya setiap hari ada tetangga yang memberikan kami nasi untuk dimakan. Sebenarnya malu, tapi mau bagaimana lagi,” keluhnya.

Terkait bantuan pemerintah, Bukti mengaku selama ini hanya mendapatkan bantuan berupa raskin.

Bantuan ini pun terkadang memberatkannya lantaran tidak punya biaya tebusan raskin.

Dan, beberapa bulan lalu, bantuan raskin tersebut sempat terhenti.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved