Jadi Favorit Wisatawan, Dua Banjar Debat Nama Air Terjun Tegenungan
Nama air terjun Srogsrogan atau beken disebut air terjun Tegenungan kini diperdebatkan...
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Yudistirani
“Kami berharap agar kedua belah pihak bisa duduk bersama untuk membahas hal ini, agar nanti tidak menimbulkan konflik. Sebab kalau berkonflik, nanti destinasinya malah bermasalah, dan wisatawan jadi malas datang. Kan yang rugi kami bersama,” ujar pria yang juga anggota DPRD Gianyar itu.
Artawa mengungkapkan, bila wisatawan ingin menikmati air terjun Srogsogan dari Banjar Blangsinga, ada berbagai fasilitas pariwisata penunjang yang disediakan.
Seperti belanja ke Pasar Yadnya, wisata spiritual di Pura Musen, menengok arsitektur zaman kerajaan di Pura Ageng Blahbatuh serta monkey river tracking.
Pencetus Mahasiswa KKN Unud
Kelian Dinas Banjar Tegenungan, Gusti Made Raka sendiri tidak keberatan dengan keinginan warga Banjar Blangsinga.
Namun hal mesti dipertimbangkan, hal ini akan membuat pengunjung kebingungan.
Sebab sejak tahun 1988 lalu, nama air terjun ini telah dikenal dengan nama air terjun Tegenungan.
Selain itu, pemberian nama tersebut bukanlah warga Banjar Tegenungan.
“Nama air terjun Tegenungan ini dicetuskan mahasiswa KKN Unud. Saat mereka KKN di sini, sekitar tahun 1988 hingga 1989 mereka mempromosikan air terjun ini dengan nama air terjun Tegenungan, karena menurut mereka air terjun itu lebih indah kalau dilihat dari banjar kami,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/air-terjun-tegenungan_20161120_141035.jpg)