Sudah Pernah Diingatkan, Ramalan Itu Jadi Kenyataan, Teror di Jantung Inggris
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 15.05 waktu di London atau pukul 22.05 WIB, Parlemen Inggris pun membatalkan agenda sidangnya
Oleh: Pascal S Bin Saju
Pada Rabu (22/3/2017) pukul 14.55 waktu di London, Dewan Rakyat Inggris Raya menghentikan sidangnya karena mendengar “suara-suara tembakan senjata api di sekitar gedung parlemen”.
Dewan Rakyat (House of Commons) adalah majelis rendah di Parlemen Inggris Raya. Dewan Rakyat terdiri dari 650 ahli yang dipilih secara demokratis.
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 15.05 waktu di London atau pukul 22.05 WIB, Parlemen Inggris pun membatalkan agenda sidangnya, seperti dilaporkan Associated Press.
Kita mengetahui bahwa Parlemen Inggris Raya bersifat bikameral, yakni meliputi selain Dewan Rakyat, juga termasuk Dewan Bangsawan (House of Lords) sebagai majelis tinggi.
Sekarang ini, jumlah kursi Dewan Bangsawan di parlemen telah melampaui banyaknya anggota Dewan Rakyat, yakni 731 orang.
Parlemen merupakan lembaga legislatif tertinggi yang memiliki supremasi legislatif dan kekuasaan atas semua badan politik di Inggris. Gedung mereka berada di Westminster.
Di depan gedung itu ada sebuah jembatan terkenal dan bersejarah, yakni Jembatan Westminster di atas Sungai Thames, yang mengubungkan Westminster di sisi utara dan Lambeth di sisi selatan.
Kawasan itu dibayangi sebuah menara jam setinggi 96,3 meter bernama Big Ben – nama kecil sebuah lonceng di dalamnya – atau kini juga disebut Elizabeth Tower, yang berdiri di Istana Westminster.
“Jantung ke jantung”
Big Ben dan sekitar kompleks Istana Westminster telah sangat lama menjadi destinasi utama paling populer di London. Westminster adalah jantung dan simbol demokrasi Inggris.
Justru di jantung Inggris itulah, Rabu (22/3/2017) malam WIB, seorang terduga teroris beraksi sehingga empat orang tewas – termasuk penyerang – dan 40 lainnya terluka.
Kepolisian Metropolitan London menduga serangan di gedung Istana Westminster atau gedung Parlemen Inggris merupakan “serangan yang terkait dengan Islam radikal”.
"Asumsi kami serangan ini adalah terorisme terkait Islam radikal," kata Kepala Satuan Anti-terorisme Kepolisian Metropolitan London, Mark Rowley, kepada Agence France-Presse.
Aksi terorisme menikam jantung kota London, Inggris. Mengapa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peta-kronologi_20170324_141919.jpg)