Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sudah Pernah Diingatkan, Ramalan Itu Jadi Kenyataan, Teror di Jantung Inggris

Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 15.05 waktu di London atau pukul 22.05 WIB, Parlemen Inggris pun membatalkan agenda sidangnya

Tayang:
Kompas.com
Peta kronologi serangan teror di gedung parlemen Inggris di London. 

Mari kita memutar lagi ingatan kita tentang terorisme di Paris, Perancis pada November 2015 dan Brussels, Belgia, pada 22 Maret 2016.

Serangan ke jantung Inggris terjadi pada saat warga Brussels, yang dilihat sebagai jantung Uni Eropa, memperingat satu tahun serangan teror ke Bandara Zaventem dan stasiun metro Maelbeek.

Beberapa jam setelah Raja Belgia Philippe dan PM Charles Michel meletakkan karangan bunga untuk mengenang 32 orang tewas dalam serangan teror Brussels, teror baru menikam Inggris.

Pasca-serangan Brussels, pemimpin Inggris termasuk dalam barisan pemimpin dunia yang mengecam serangan dan bersumpah untuk memerangi kelompok-kelompok teror.

Teror ke Brussels diklaim oleh kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok teror ini merupakan target utama keterlibatan Inggris dalam koalisi AS di Suriah.

Tak lama setelah serangan Brussels, ISIS juga disebutkan telah menyiapkan setidaknya 400 orang untuk melakukan gelombang serangan bom bunuh diri di Eropa.

ISIS mengambangkan sistem sel teror seperti yang dilakukan di Brussels dan serangan mematikan di Paris, Perancis, November 2015, yang menewaskan 137 orang (termasuk tujuh penyerang).

Menurut para analis, para pelaku aksi kriminal itu hanya tinggal menunggu perintah terkait waktu, tempat, dan metode untuk melakukan serangan dengan korban sebanyak mungkin di Eropa. 

Jangkauan sel tersebut pun diperkirakan bergerak dengan cepat di Eropa, sekalipun ISIS tengah kehilangan kendali di Suriah dan Irak.

“Orang Barat”

Inggris kembali dalam kondisi siaga tinggi setelah serangan di Paris, dan kemudian di Brussels.

Apalagi setelah aparat intelijen di Irak mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sumber-sumber di Raqqa, yang menjadi pusat kekhalifahan ISIS di Suriah,  bahwa kelompok teror ISIS sudah merancangkan serangan teror di Eropa sejak lama.

Otoritas keamanan di Inggris bersama negara Barat lainnya secara terbuka telah mengumumkan peningkatan keamanan di berbagai fasilitas publik pasca-serangan di Brussels.

Polisi Inggris meningkatkan patroli dan penjagaan di tempat-tempat umum dan vital di semua wilayah. Peningkatan keamanan dilakukan di simpul-simpul transportasi publik.

Pejabat kontraterorisme paling senior di Inggris, Mark Rowley, mengatakan, langkah pencegahan harus dilakukan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved