Sudah Pernah Diingatkan, Ramalan Itu Jadi Kenyataan, Teror di Jantung Inggris
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 15.05 waktu di London atau pukul 22.05 WIB, Parlemen Inggris pun membatalkan agenda sidangnya
Sebenarnya juga, tak lama setelah serangan di Brussels, para pemuda Molenbeek, Brussels, menerima pesan singkat di ponsel mereka yang menyerukan agar mereka "menentukan pilihan yang benar" dan "memerangi orang Barat".
Pesan ini menyusul sebuah video yang disebarkan lewat Facebook yang menampilkan para pemuda Molenbeek merayakan serangan Brussels. Video itu telah dihapus Facebook.
"Saudaraku, mengapa kalian tak memerangi orang Barat? Buatlah pilihan yang tepat dalam hidup kalian," demikian isi SMS yang ditulis dalam bahasa Perancis itu.
ISIS memang sangat ingin menyasar “orang Barat”, baik yang berada di bandar udara, stasiun kereta, kantor-kantor pemerintah, dan obyek vital lainya dalam serangan mereka.
Entah itu berada di luar Eropa dan tentu saja yang terutama yang berada di Eropa, termasuk Inggris.
Negara kerajaan itu adalah salah satu negara Eropa yang sangat dibenci ISIS karena keterlibatannya dalam berbagai perang melawan terorisme, termasuk berkoalisi dalam serangangan udara AS melawan ISIS di Irak maupun di Suriah.
“Ramalan” Cameron
Penjagaan super ketat dilakukan di seluruh Eropa pasca-serangan Paris dan Brussels. Tidak terkecuali Inggris.
Serangan Brussels sebenarnya menjadi peringatan terakhir, terutama bagi Inggris.
Sebenarnya, seorang pejabat polisi anti-teror Inggris pada awal 2016 telah mengingatkan bahwa akan terjadi serangan besar dan spektakuler ke Inggris oleh kelompok ISIS.
Bahkan jauh sebelum terjadi serangan teror di Paris pada November 2015 dan di Brussels pada Maret 2016, London sebenarnya sudah mengkhawatirkan bahwa suatu saat Inggris akan diserang.
Perdana Menteri Inggris David Cameron saat itu, menyakini, ISIS, baik di Suriah ataupun Irak sedang merencanakan sebuah serangan besar, dan menjadikan Inggris sebagai salah satu sasaran utama.
Cameron memperingatkan kepada semua negara Barat untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
"Ini adalah ancaman eksistensial karena apa yang terjadi di sini adalah penyimpangan dari agama besar dan penciptaan pemujaan terhadap kematian, yang telah meracuni banyak pikiran anak muda," kata Cameron seperti dikutip Reuters, Senin (29/6/2015).
"Ada sekelompok orang di Irak dan Suriah yang sedang merencanakan untuk melakukan tindakan yang mengerikan di Inggris dan di beberapa tempat lainnya di dunia. Dan, selama ISIS ada di negara kita, maka kita berada di bawah ancaman," ujar Cameron lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peta-kronologi_20170324_141919.jpg)