Sudah Pernah Diingatkan, Ramalan Itu Jadi Kenyataan, Teror di Jantung Inggris
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 15.05 waktu di London atau pukul 22.05 WIB, Parlemen Inggris pun membatalkan agenda sidangnya
Pernyataan Cameron tersebut muncul tiga hari setelah tragedi berdarah di pantai Sousse,Tunisia.
Dalam insiden itu, 39 orang meninggal, ketika seorang pria bersenjata simpatisan ISIS, dan kemudian dikonfirmasi ISIS, menembak turis yang tengah bersantai di pantai Sousse, 26 Juni 2015.
Kebanyakan dari korban tewas, yakni 30 orang (dari 38 korban tewas), merupakan warga negara Inggris.
Hal itulah yang sejatinya membuat pemerintah Inggris geram dan marah besar atas insiden yang terjadi di Sousse itu.
Namun, kini Inggris kecolongan. Kita dapat menyebutnya demikian, karena sebenarnya pelaku penyerangan kali ini sudah pernah diendus oleh MI5 (Dinas Intelijen Militer, Bagian 5) Inggris.
Lagi pula, serangan teror justru menerobos hingga ke pusat kota, kawasan Westminster, yang menjadi simbol demokrasi Inggris, sekaligus jantung kota London dan jantung Inggris.
Kini, Inggris meski juga menyadari bahwa ada ratusan warganya telah pergi ke Suriah, dan mungkin juga ke Irak, sejak tahun 2014 untuk berperang bersama ISIS.
Setelah kini posisi ISIS di Suriah semakin melemah, juga sudah banyak warga Inggris tersebut yang kembali ke Inggris. Mungkinkah pria tadi bagian dari mereka, ataukah tidak?
Meskipun ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di London, namun masih sulit diverfikasi. Apakah klaim itu benar, atau tidak jelas masih harus dibuktikan.
Mungkin juga pelaku, Khalid Masood (52), pria kelahiran Kent, Inggris, memang ada kaitannya dengan kelompok itu, tetapi bisa jadi juga dilakukan hanya sebagai simpatisan ISIS semata atau juga mungkin pemain tunggal (lone wolf).
Apalagi pelaku kunci, Masood, dalam serangan di Westminster itu telah tewas ditembak polisi, sehingga akan menyulitkan aparat untuk cepat membuktikan keterkaitannya dengan ISIS.
Pengkapan terhadap tujuh orang di London dan Birmingham terkait serangan teror di gedung Parlemen Inggris itu diharapkan bisa membuka jalan, apakah klaim ISIS itu benar atau tidak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peta-kronologi_20170324_141919.jpg)