DPRD Bali Minta Penghentian Proses Rekrutmen Pegawai RS Bali Mandara
Tes pegawai RSUD Bali Mandara, khususnya tahap tes wawancara, mendapat sorotan anggota DPRD Bali.
Bahkan tes kesehatan yang mulai berlangsung dari kemarin juga harus dihentikan.
Ia juga mengungkapkan, Komisi I mengusulkan kelulusan peserta hanya berdasarkan pada nilai hasil TKD.
Kemarin Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tanaya langsung membuat surat Komisi I DPRD Bali yang ditujukan kepada Gubenur Bali.
Isinya mengenai permintaan penghentian proses rekrutmen RSUD Bali Mandara.
Dalam surat DPRD Bali No. 005/022/I/Kom.I tertanggal 17 April 2017 dijelaskan beberapa hal.
Pertama, berdasarkan hasil rapat internal Komisi I DPRD Bali diusulkan untuk meminta semua data tentang kronologi dan mekanisme perekrutan pegawai RSUD Bali Mandara, khususnya data hasil TKD dan data hasil tes wawancara.
Kedua Komisi I mendesak penghentian proses lanjutan rekrutmen pegawai RSUD Bali Mandara sebelum ada keputusan dari Komisi I DPRD Bali terkait pengaduan yang masuk.
“Kita lihat apakah surat dari Komisi I ini diperhatikan atau tidak. Kita harapkan stop dahulu tes kesehatan yang sudah berlangsung hari ini (kemarin, red). Setelah semua aduan masuk hingga batas akhir 17 April, baru nanti kita akan panggil panitia rekrutmen,” jelas Ketut Tama Tanaya.
Politisi senior PDIP asal Tanjung Benoa ini mengatakan, sampai kemarin jumlah pengaduan mengenai rekrutmen pegawai RSUD Bali Mandara yang masuk ke posko Komisi I DPRD Bali sebanyak 11 laporan.
“Kami mengirim surat ke gubernur, dan meminta stop sementara proses rekrutmen. Supaya mereka gak mengambil keputusan lebih jauh. Sebagian besar pengaduan mengenai tes wawancara itu,” ujar Tama.
Tetap Jalan Terus
Secara terpisah, ketua panitia seleksi RSUD Bali Mandara yang juga Sekda Provinsi Bali , Cokorda Ngurah Pemayun mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan hasil tes wawancara dan TKD yang diminta oleh Komisi I DPRD Bali.
Namun, untuk menunda tes kesehatan pihaknya mengaku tidak bisa.
Cok Pemayun beralasan bahwa jadwal tes sudah dipastikan.
“Tes kesehatan harus jalan terus, karena sudah terjadwal. Untuk apa menunda? Kami menghargai koreksi dari DPRD Bali, tetapi mohon maaf karena sudah terjadwal, tes kesehatan harus tetap berlangsung. Masak menunggu itu (selesainya pengaduan dari DPRD),” ucap Cok Pemayun, Senin (17/4/2017).