Putri Terlahir Cacat, Kerajaan Belanda Pernah Terguncang Gara-gara Seorang Paranormal
Ketika Putri Mahkota Juliana sedang mengandung anaknya yang keempat, ia menderita rubella atau campak Jerman.
Dengan mata terpejam ia berdoa khusyuk lama sekali. Mula-mula Juliana kaget melihat kelakuan perempuan itu, tetapi lalu terkesan akan kesungguhan hatinya.
Akhirnya Greet Hofmans berkata, "Tuhan akan memberi penglihatan kepada anak ini apabila kita selama dua tahun berdoa cukup sungguh-sungguh."
Dengan persetujuan dari Pangeran Bernhard, Greet Hofmans pindah ke Istana Soestdijk. Di sana kegiatannya berdoa, menolong merawat Marijke dan menjadi penasihat spiritual Juliana.
Setiap hari di istana ada acara khusus untuk mendoakan Marijke. Seluruh anggota keluarga hadir, bahkan kadang-kadang Ratu Wilhelmina, ibunda Juliana, juga hadir.
Lama kelamaan Pangeran Bernhard melihat istrinya tergantung secara berlebihan pada Greet Hofmans, sehingga sering terjadi pertengkaran di antara suami istri itu.
Tanggal 4 September 1948, Putri Mahkota Juliana naik takhta, menggantikan ibunya yang memilih turun takhta setelah 50 tahun memerintah.
Hubungan Ratu Juliana dengan suaminya semakin renggang. Juliana semakin tenggelam dalam mistik sementara suaminya berkeliling dunia menjadi "duta" yang mempromosikan barang-barang Belanda.
Pangeran yang simpatik itu muncul di koran sedang berdansa dengan wanita-wanita cantik di Chile. Di Argentina ia kelihatan akrab dengan Evita Peron.
Gosip mengenai suaminya, keadaan mata Marijke dan Hindia Belanda yang melepaskan diri, semakin mendorong Juliana kepada Greet Hofmans.
Dua tahun setelah "berobat" kepada Greet Hofmans, keadaan mata Marijke tidak bertambah baik.
Hal ini merisaukan Ratu Juliana, walaupun putri cilik itu menunjukkan bakat yang baik dalam bidang bahasa dan musik.
Keluarga kerajaan Belanda dikenal praktis buta musik. Wilhelmina cuma mengenai sebuah lagu, yaitu Wilhelmus, lagu kebangsaan Belanda. Itu pun karena orang-orang berdiri setiap kali Wilhelmus akan dimainkan.
Marijke menderita cacat cuma pada matanya, otaknya sehat. Ketika Bernhard menunjukkan bahwa Greet Hofmans tidak membawa perbaikan pada mata Marijke, Greet Hofmans membalas.
Katanya mata Marijke tidak sembuh karena di dalam keluarga putri ada orang yang tidak berdoa dengan sungguh-sungguh!
Perseteruan antara Bernhard dengan Greet Hofmans memuncak. Bernhard menuduh perempuan itu mencatut nama Tuhan dengan menyampaikan pesan-pesan yang katanya diterimanya dari Tuhan kepada Ratu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keluarga-putri-juliana_20170801_160958.jpg)