Putri Terlahir Cacat, Kerajaan Belanda Pernah Terguncang Gara-gara Seorang Paranormal
Ketika Putri Mahkota Juliana sedang mengandung anaknya yang keempat, ia menderita rubella atau campak Jerman.
Bernhard mengusir Greet Hofmans dari istana. Ketika istrinya bersikeras mempertahankan Greet Hofmans, Bernhard berkata, "Di negara ini kamu yang berkuasa, tetapi di rumah sayalah kepala keluarga."
Greet Hofmans memang pergi dari Istana Soestdijk, tetapi cuma untuk pindah ke kediaman Wilhelmina di Istana Het Oude Loo di Apeldoorn. Di sini ia tetap "buka praktik" setiap kali dihadiri kira-kira oleh 200 orang.
Orang-orang yang datang itu terdiri atas bankir, guru, pengacara. Juliana rajin hadir, ikut dalam diskusi-diskusi dan tetap belajar dari Greet Hofmans. Ratu bahkan menuangkan teh untuk para tamu.
Yang diajarkan oleh Greet Hofmans mirip sekali dengan falsafah Gurdjieff. Menurut Gurdjieff, manusia tidak lain dari "mesin-mesin gila", sedangkan perang disebabkan oleh pengaruh planet-planet tertentu yang saling mendekati.
Di Het Oude Loo mereka berdoa agar senjata dimusnahkan, supaya kalau pun terjadi perang, tidak akan terlalu merusak.
Orang dekat Greet Hofmans mendapat kedudukan
Walaupun para redaktur media mengetahui apa yang terjadi di Het Loo, tidak ada yang membocorkannya kepada masyarakat.
Tahun 1951, mantan ibu negara AS, Eleanor Roosevelt yang termasyhur itu berkunjung ke Belanda dan ditarik ke Het Oude Loo.
Dalam buku catatan hariannya ia menuliskan kesannya. "Merasa mampu menjadi perantara yang menangkap langsung pesan-pesan Yang Maha Kuasa rasanya terlalu sok," tulisnya.
Baron von Heeckeren van Molectan yang merupakan salah seorang pengikut pertama Greet Hofmans, diangkat menjadi sekretaris pribadi Ratu Juliana.
Ibunya menjadi kepala rumah tangga istana. Keduanya segera menguasai istana sehingga membuat suami Ratu merasa terasing dan frustrasi.
Dalam pidato-pidatonya yang dikarangkan menteri-menterinya, Juliana juga menambahkan pandangannya yang oleh koran Het Parool dikritik berbau mistik.
Menteri luar negeri Belanda pernah mendesak Juliana agar jangan membacakan tambahan yang dikarangnya sendiri dalam kunjungan kenegaraan ke AS karena bertentangan dengan politik luar negeri Belanda yang jelas tidak pasifis dan memerlukan anggaran besar untuk pertahanan.
Sementara itu hubungan ratu Belanda dengan suaminya semakin renggang. Mereka kelihatan berjalan sendiri-sendiri.
Delapan tahun setelah Greet Hofmans menjadi orang kepercayaan Juliana, Majalah Der Spiegel di Jerman mulai menulis perihal pengaruh Greet Hofmans atas keluarga junjungan rakyat Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/keluarga-putri-juliana_20170801_160958.jpg)