Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jika Gunung Agung Erupsi, Menteri Perhubungan Siapkan Pengalihan Penerbangan

Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi dan rombongannya menyambangi Pos Pengungsian Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: imam rosidin
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi ketika menyapa pengungsi di Pos Pengungsian Swecapura, Gelgel, Klungkung, Kamis (28/9) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi dan rombongannya menyambangi Pos Pengungsian Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, Bali, Kamis (28/9/2017).

Selain memberikan bantuan kepada para pengungsi, Budi Karya Sumadi juga meberikan penjelasan terkait evakuasi penerbangan apabila terjadi kemungkinan terburuk, yakni Gunung Agung mengalami erupsi.

Rombongan Kementerian Perhubungan tersebut tiba di Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung sekitar pukul 10.00 Wita. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika itu diterima langsung Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra.

Sementra Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta hari itu harus terbang ke Jakarta untuk melakukan rapat koordinasi terbatas dengan Presiden Jokowi terkait tanggap darurat erupsi Gunung Agung.

Sesampainya di Gor Swecapura, rombongan tersebut langsung meninjau pengungsi yang harus tertahan di dalam Gor.

Menteri Budi Karya Sumadi sempat menyapa dan mengobrol dengan beberapa pengungsi. Ia juga sempat membagikan mainan ke anak-anak yang berada di Pengungsian.

“ Pemerintah dan pengusaha termasuk yang tergabung dalam industri perhubungan untuk terus memberika support dari hari ke hari kepada para pengungsi ini. Selain logitik, kita tadi berikan 3 Bus Damri yang mungkin nanti bisa dimanfaatkan untuk kelancaran angkutan di pengungsian. Semisal digunakan untuk angkutan membeli konsumsi, dan sebagainya,” Ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (28/9)

Terkait dengan penerbangan, pihaknya mengaku telah menyiapakan beberapa skenario evakuasi penumpang jika Gunung Agung mengalami erupsi dan tidak dimungkinkan untuk melakukan pendaratan di Bandara Soekarno Hatta.

“ Kita sudah siapkan SOP pada tingkat mana pesawat itu tidak bisa mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngura Rai,” Jelas Budi Karya Sumadi

Jika kemungkinan buruk tersebut terjadi, pihaknya telah menyiapkan 10 bandara untuk pengalihan, termasuk bandara Internasional Soekarno Hatta.

Masing-masing Bandara tersebut memilki kapasitas yang cukup, termasuk jika penumpang nanti harus menginap di Bandara.

“ Kita perkirakan atau asumsikan ada sekitar 5000 passenger yang mungkin “ terjebak” di tempat itu.  Jika Itu jadi, kami sudah pikirkan bagiamana nanti mereka kita alihkan ke Bandara lainnya yang sudah kita rencanaakan. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen kami perkirakan penumpang asal Bali yang memang harus kita pulangkan ke Denpasar ,” Jelas Karya Sumadi.

Ia menjelaskan, jika terjadi  Gunung Agung terjdi erupsi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngura Rai, pengalihan penumpang menuju Denpasar pertama dilakukan ke Bandara yang paling dekat , yakni ke Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

Skenario kedua, jika penerbangan Internasional akan dialihkan untuk mendarat di  Bandara Internasional Praya di Lombok. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved