Citizen Journalism
Kutu Anjing dan Kucing, Jangan Anggap Sepele!
Caplak dan pinjal menyebabkan anjing atau kucing tidak tenang dan menggaruk-garuk badan.
Kadang-kadang bisa ditemukan gejala syaraf dan gangguan pernafasan.
Ehrlichiosis pada anjing ditandai dengan demam tinggi, keluar darah dari hidung dan perdarahan pada kulit. Perdarahan ini akibat keping darah (thrombocyt) rendah atau thrombocytopenia. Pada kondisi demikian, bawa segera anjing anda ke dokter hewan, karena kalau terlambat bisa berakibat fatal.
Caplak juga bisa menularkan parasit darah pada manusia.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan di Jepang, parasitnya disebut Ehrlichia senetsu.
Di kota Lyme, Connecticut, Amerika, untuk pertama kali (1978) ditemukan penyakit pada sejumlah orang dengan gejala utama radang sendi (arthritis).
Penyakit nya disebut Lyme disease. Penyebabnya adalah bakteri Borrelia burgdoferi.
Penyidikan terhadap penyakit ini mengungkapkan bahwa sebagai penularnya adalah caplak Ixodes sp.
Pada tahun 1996, tercatat lebih dari 16.000 orang tertular Lyme disease di 46 negara bagian Amerika Serikat.
Selain di Amerika, Lyme disease telah ditemukan di Australia (1980), Italia (1985), daratan Eropa dan Inggris (1991).
Di Indonesia Lyme disease sepengetahuan penulis belum pernah dilaporkan, namun tidak berarti bahwa penyakit ini belum ada.
Bahaya pinjal
Pinjal pada anjing atau kucing merupakan pembawa telur cacing pita.
Apabila pinjal ini berjalan dekat mulut anjing atau kucing, kemudian dijilat dan ditelan, maka anjing atau kucing tersebut akan tertular cacing pita.
Bawalah anjing atau kucing anda ke dokter hewan, untuk memastikan apakah anjing atau kucing anda tertular cacing pita.
Dari pemeriksaan tinja (feces) akan diketahui jenis cacing apa yang ada pada hewan kesayangan anda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/caplak_20171010_131553.jpg)