Citizen Journalism
Kutu Anjing dan Kucing, Jangan Anggap Sepele!
Caplak dan pinjal menyebabkan anjing atau kucing tidak tenang dan menggaruk-garuk badan.
Perlu diketahui bahwa obat cacing pita berbeda dengan obat cacing gilik atau cacing tambang.
Sebaiknya dipakai obat cacing yang mampu mengobati semua jenis cacing pada saluran pencernaan.
Penulis sengaja sebutkan cacing pencernaan, karena ada pula cacing pada jantung yang dikenal dengan nama Dirofilaria imitis.
Yang disebut belakangan ini ditularkan lewat nyamuk.
Gigitan pinjal juga dapat menimbukan alergi pada anjing, kucing bahkan manusia. Alergi yang disebabkan pinjal disebut flea allergy dermatitis.
Penyebab alergi adalah air liur (saliva) pinjal yang masuk ke kulit ketika menggigit.
Penanganan
Ada beberapa cara menangani kutu anjing dan kucing. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua obat kutu anjing bisa dipakai untuk kucing.
Pemakaian obat kutu ini ada yang dengan cara memandikan, semprot, memakai kalung berisi obat, suntikan atau tetes di tengkuk (spot on).
Sebaiknya anda diskusikan dengan dokter hewan anda untuk mendapatkan obat yang cocok.
Obat kutu ini pada dasarnya adalah racun, oleh karena itu harus diberikan secara hati-hati. Penulis pernah menemukan di tempat praktek, anjing dan kucing keracunan obat kutu karena pemakaian yang salah.
Meskipun kutu di anjing atau kucing anda telah bersih, ada kemungkinan tertular kembali apabila lingkungan masih tercemar.
Caplak biasanya bersembunyi di batu-batuan, rumput atau celah pada tembok, sedangkan pinjal bisa bersembunyi di karpet, kursi, dll.
Anjing dan kucing yang berkeliaran di sekitar kediaman anda juga akan menjadi penular kembali ke anjing atau kucing yang telah bersih.
Praktisi Hewan Kecil di Denpasar, Drh. Soeharsono DTVS PhD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/caplak_20171010_131553.jpg)