Lomba Paduan Suara Anak, Tingkat TK Dan SD ‘Dendang Kencana 2017’
Lomba Paduan Suara Anak Tingkat TK dan SD ini berlangsung di 4 kota: Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.
Kondisi yang sangat berbeda sekarang terjadi. Anak-anak tidak mendapatkan haknya menikmati keceriaan mereka karena televisi tidak lagi menjadi sumber hiburan utama mereka.
Televisi dan radio makin jarang menayangkan acara khusus anak-anak, apalagi siaran lagu anak-anak. Kalau pun ada siaran anak-anak, biasanya dikemas ala dewasa dan keluar dari koridor dunia anak-anak. Jika ada lomba vokal untuk anak-anak pun yang ditonjolkan adalah sisi kehidupan di balik kemampuan mereka bernyanyi.
Kondisi seperti ini juga terjadi di sekolah-sekolah dengan berkurangnya muatan pelajaran seni musik dan vokal dari kurikulum.
Anak-anak lebih difokuskan kepada pendidikan eksakta yang jauh dari berolah vokal dan musik.
Belum lagi keterbatasan guru seni musik & vokal yang memang mengerti betul bidang tersebut dan mempunyai layar belakang yang sesuai.
“Indonesia butuh lagu anak-anak yang berkualitas tinggi sebagai sarana untuk mendidik dan memberi arahan positif bagi kehidupan anak-anak bangsa. Dendang Kencana 2017 kembali digerakkan oleh Kompas Gramedia agar para guru TK dan SD dapat menggali ilmu dari para narasumber, lalu sama-sama bergerak untuk menciptakan lagu-lagu bagi anak-anak dan akan kita bagikan, kita persembahkan bagi anak Indonesia,” terang Frans Sartono, selaku Steering Committee Dendang Kencana 2017.
Beliau juga menyebutkan bahwa lagu anak-anak pada masanya telah membawa kenangan yang indah dan berdampak positif bagi anak-anak yang sekarang sudah dewasa atau bahkan sudah mempunyai anak.
“Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk peduli dan bersama-sama mengembalikan kejayaan lagu anak untuk generasi penerus bangsa Indonesia,” pungkas Paulina Dinartisti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dendang-kencana-2017_20171109_114717.jpg)