Gunung Agung Terkini
Bahas Nasib Pengungsi Gunung Agung, Kata `Transmigrasi` Akhirnya Muncul
Bahkan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memberikan solusi jangka panjang mengenai keadaan pengungsi saat ini.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Setelah ada erupsi, pada periode November-Desember ini penurunan diprediksi mencapai hampir 60 persen, atau menyumbang hampir 25 persen penurunan wisatawan secara nasional.
“Kami memohon kepada gubernur agar bisa disampaikan kepada presiden supaya bisa hadir Bali,” ujar politikus PDIP ini.
Anggota Komisi I DPRD Bali lainnya, Gusti Putu Widjera mengatakan bahwa saat ini warga diradius 8 km dan diperluas sampai 10 km memang semua mengungsi. Namun di luar kawasan 10 km, yakni 12 km sampai 13 km, tanaman pertanian mereka sudah mati semua karena erupsi Gunung Agung.
“Pakan ternak tidak ada, dan pasti ternak dijual, sehingga mereka semakin tidak punya apa-apa,” ujar politikus asal Karangasem ini.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyadari bahwa Bali sangat tergantung pada pariwisata. Oleh karena itu, perlu disiapkan social safety net jika erupsi Gunung Agung ternyata berkelanjutan. Terutama untuk mengantisipasi pengangguran yang timbul dari sektor pariwisata.
“Kalau ini kondisi tak menentu ini berkelanjutan bagaimana anak-anak yang kerja di pariwisata tidak nganggur? Mungkin ini momentum kita kembali lagi ke pertanian. Anak-anak kita yang tidak bisa bekerja itu, mungkin saatnya dia pulang kampung menggarap tanahnya, piara ayam atau bebek,” ujar Pastika.
Ia menambahkan, saat ini wisman yang datang ke Bali didominasi oleh wisatawan China. Namun, pemerintah China telah membatalkan semua penerbangan dari China ke Bali sampai 31 Januari 2018.
“Turis asal China itu nomor satu sekarang jumlahnya di Bali, apalagi menjelang Tahun Baru. Kalau sampai tanggal 31 Januari mereka dilarang ke Bali, ya habislah ini,” keluhnya.
Ia berencana akan segera mengundang kembali para konsul jenderal (konjen) negara-negara sahabat yang ada di Bali.
Nanti khusus konjen China akan dimintanya untuk menganulir pembatalan penerbangan ke Pulau Dewata.
Paling tidak sikap China diharapkan seperti sikap negara-negara lain, yakni hanya mengeluarkan travel advisory dan bukan larangan bepergian (travel ban) ke Bali. Sebab, apa yang dilakukan pemerintah China sekarang sudah seperti sebuah travel ban.
Selain itu Pastika juga diminta berbicara dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengenai kredit bank.
Baik kredit di bidang pariwisata maupun yang lainnya, karena dari wilayah KRB juga banyak usaha kecil mengagunkan sertifikatnya di bank dan tidak bisa bayar.
“Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Ide-ide telah banyak disampaikan kepada saya. Bahkan saya mau kita (eksekutif dan legislatif) ramai-ramai sembahyang di Pura Besakih. Walaupun KRB kan lihat-lihat. Kita tunggu seminggu karena hitung-hitungan mereka (PVMBG) seminggu menurun. Kalau meningkat lagi nanti ya jangan celaka nanti kita,” ujar Pastika yang membuat hadirin tertawa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gunung-agung_20171212_101117.jpg)