Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pengertian Dan Makna Hari Raya Siwaratri Yang Diyakini Sebagai Malam Hening Peleburan Dosa

Konsep Siwa Ratri tidak hanya begadang semalam suntuk. Tapi bagaimana membangun kesadaran dalam diri.

Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ratusan pamedek melaksanakan persembahyangan Siwaratri di Pura Jagatnatha, Denpasar, Jumat (8/1/2016) 

Bukan karena sudah bergadang sampai pagi, berarti saya sudah melakukan Siwaratri, bukan begitu.

Walaupun dalam teks dikatakan, ‘Lubdaka pun tanpa sengaja begadang pada malam hari itu,’ itu harus dipahami sebagai sebuah tindakan tanpa pamrih.

Bentuk persembahan pada Siwa, (Lubdaka) naik pohon lalu memetiknya satu persatu, itu merupakan cerminan bahwa dia (Lubdaka) berusaha untuk meningkatkan kualitas kesadaran budhinya menuju tingkat manah lalu ahamkara.

Sebab ketika budhi ini menguasai manah, kemudian manah menguasai indria (ahamkara), itulah kehidupan yang diinginkan.

Sebab, tanpa itu semua, berarti kita gagal melaksanakan misi penebusan dosa, karena tidak ada instrumen yang dipakai untuk mencapai moksa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved