Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dharma Wacana

Pilgub Bali 2018: Pemimpin Boleh Berganti, Tapi Kemanusiaan akan Tetap Hadir

Dalam konsep keberagamaan secara Hindu, kita dituntun dalam dua sastra, yakni Adyatmika Widya dan Logika Widya.

Kolase Tribun Bali
Rai mantra 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang Pilgub Bali maupun Pilkada 2018, saat ini kita sering disuguhkan kegaduhan.

Baik yang disebabkan oleh para kandidat maupun pendukungnya.

Kondisi ini tentu menjadi ironi, sebab harapan dari hajatan tersebut adalah untuk menciptakan keharmonisan hingga kesejahteraan masyarakat.

Bukan malah memecah belah persaudaraan.

Dalam konsep keberagamaan secara Hindu, kita dituntun dalam dua sastra, yakni Adyatmika Widya dan Logika Widya.

Adyatmika Widya merupakan cara kita untuk membangun hakikat kemanusiaan sebagai percikan Tuhan.

Artinya, selama kita hidup di bumi, kita harus bisa menerapkan konsep jagadhita.

Seperti, membangun kesejahteraan, kemakmuran dan kesejahteraan setiap orang.

Untuk mencapai proses jagadhita ini, kita harus memiliki logika widya atau ilmu pengetahuan yang mengatur agar manusia bisa memilih jalan terbaik untuk dirinya dan orang lain.

Dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera, tentu kita tidak bisa ciptakan secara sendiri.

Dalam hal ini harus ada korporasi atau kerjasama dengan pihak lain.

Kerjasama paling paten adalah negara atau pemerintahan.

Negara merupakan hukum kesepakatan, yang untuk hidup di suatu negara, negara harus memberikan jaminan agar setiap warga negara hidup sejahtera.

Dalam konsep negara kita, pemimpinnya dipilih secara demokratis. Artinya, pemimpin itu harus dari masyarakat.

Ketika dia hadir dari masyarakat, tentu yang memimpin adalah yang terbaik.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved