Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pacarnya yang Masih SMA Hamil, Komang Nekat Bawa Kabur dari Rumah, Berujung di Terali Besi

Karena sang kekasih hamil, Pustika pun nekat membawa kabur NLJP dan mengajaknya untuk tinggal di sebuah kos

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Petugas kepolisian Polres Buleleng menunjukkan pelaku pelecehan seksual di Polres Buleleng, Rabu (31/1/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komang Pustika (23), kini harus menanggung perbuatannya. 

Nekat menghamili anak di bawah umur, NLJP (16) dan mengajaknya kabur dari rumah, ia kini harus dihukum gerahnya hidup di balik jeruji besi.

Di hadapan awak media, pria asal Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali ini mengaku menjalani asmara dengan NLJP yang merupakan siswi kelas sepuluh di sebuah SMA Buleleng.

Ini sudah dilakukan sejak enam bulan belakangan ini.

Karena sang kekasih hamil, Pustika pun nekat membawa kabur NLJP dan mengajaknya untuk tinggal di sebuah kos di wilayah Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan.

"Karena dia hamil, saya ajak dia untuk tinggal di Tabanan. Kami tinggal di kos itu sudah 2,5 bulan," ungkapnya.

Pustika pun mengaku tahu jika sang pacar sejatinya masih di bawah umur.

Namun karena hubungan mereka tidak direstui orangtua NLJP, ditambah lagi dengan kondisi sang kekasih yang mengandung anak biologisnya, Pustika pun nekat membawa kabur sang kekasih ke wilayah Tabanan.

"Ya sejak kabur dari rumah, pacar saya tidak sekolah lagi. Kami juga sudah melakukan upacara adat istiadat pakai banten pejati. Karena dia hamil ditambah lagi hubungan kami tidak direstui. Saya ajak kabur sebagai bentuk tanggungjawab," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemerikaan yang dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buleleng, Pustika dan NLJP melakukan hubungan badan di sebuah hotel di wilayah Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng pada Mei 2017 lalu.

Perbuatan itu terus mereka lakukan hingga empat kali sampai Juli 2017.

NLJP kemudian mengaku hamil, pada November 2017.

Orangtua Melapor

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, kasus ini dilaporkan oleh orangtua NLJP ke Polres Buleleng, 3 November 2017.

Saat digrebek, umur kandungan NLJP telah memasuki usia lima bulan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved