Makin Parah! Antrean di Pintu Tol Bali Mandara Capai 1,5 Km
Ia pun jengkel karena antre hingga 30 menit di depan gerbang tol Nusa Dua untuk pulang ke Denpasar.
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Berdasarkan data yang dimiliki, Januari hingga awal Februari rata-rata kendaraan yang masuk tol sebanyak 42 ribu unit per hari.
Sedangkan, sepekan terakhir rata-rata kendaraan yang masuk mencapai 52 ribu unit per hari.
Padahal, JBT menargetkan hanya 44 ribu per hari selama triwulan pertama 2018.
"Ini sudah melewati target, sejak seminggu sebelum Imlek," kata Gandhi saat dikofirmasi Tribun Bali, kemarin.
Gandhi merinci, kendaraan roda empat yang masuk tol sekitar 55 persen dan roda dua 45 persen.
Sedangkan, persentase kendaraan yang masuk melalui masing-masing gerbang tol yaitu 15 persen lewat gerbang tol Ngurah Rai, 40 persen lewat Benoa, dan 45 persen lewat Nusa Dua.
Tumpukan kendaraan paling tinggi terjadi di gerbang tol Nusa Dua.
"Di Nusa Dua, sore hari sudah krodit dari sebelum lampu merah.
Padahal, alat (mesin) tol berfungsi dengan baik," imbuhnya.
Ia menyebut setidaknya ada dua penyebab panjangnya antrean di depan gerbang tol.
Pertama, pengendara tidak membawa uang elektronik (U-nik) atau memiliki U-nik tapi saldonya tak cukup.
Kedua, perilaku masyarakat saat menempel kartu.
Beberapa pengendara, kata dia, sudah mencabut kartunya sebelum portal naik.
Hal itu menyebkan si pengendara menempel kartu lagi hingga portal naik; dan itu cukup memakan waktu.
"Kami imbau, menempel kartu sekali saja hingga portal naik. Itu, selain menghemat waktu, juga untuk mengantisipasi pengendara melakukan transaksi dua kali," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tol-bali-mandara_20180222_085641.jpg)