Pilgub Bali 2018
FKPM Jatuhkan Dukungan ke Mantra Kerta
Pertimbangan lain, Rai Mantra adalah putra mantan Gubernur Prof Ida Bagus Mantra yang telah menghasilkan banyak karya monumental
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Forum Komunikasi Putra Mahotama (FKPM) akhirnya sepakat mendukung pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wagub: IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra Kerta).
Hal itu terungkap dalam pertemuan pengurus FKPM seluruh Bali dengan Sudikerta di Denpasar, Kamis (3/5/2018).
Ketum FKPM Wayan Tama mengatakan, pilihan politik FKPM itu bukan tanpa alasan. Anggota FKPM yang terdiri dari berbagai latar belakang, dari petani, nelayan, dosen, pengusaha sampai politisi itu telah melakukan diskusi internal untuk mencari pemimpin yang baik bagi Bali.
"Dari nama-nama yang ada, kami akhirnya memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Mantra-Kerta dengan berbagai pertimbangan yang diidentifikasi. Beberapa di antaranya adalah memiliki rekam jejak yang baik, tidak pernah tersangkut korupsi, kinerjanya sudah terbukti, dan visi misi serta programnya benar-benar merakyat. Itulah sebabnya kami memilih Mantra-Kerta," ujarnya.
Pertimbangan lain, Rai Mantra adalah putra mantan Gubernur Prof Ida Bagus Mantra yang telah menghasilkan banyak karya monumental seperti Art Center, PKB, LPD dan sebagainya.
Sementara Sudikerta merupakan politisi yang bekerja keras, jujur, merakyat dan berpengalaman di birokrasi.
Menurut Tama, dukungan terhadap Mantra-Kerta bukan hanya isapan jempol belaka.
Saat ini jumlah anggota FKPM sebanyak 1.875 orang tersebar di 57 kecamatan dan di 1.716 desa.
"Dari jumlah itu, kami sudah komitmen untuk membawa serta keluarga inti, dengan istilah yang kami biasa pakai sesumur, sekasur, sedapur. Itu sudah komitmen pilih Mantra-Kerta. Artinya, dari 1.875 orang itu masih ditambah dengan anggota inti, seperti suami, isteri, anak, mertua, ipar, kakak adik dan seterusnya," ujarnya.
Setelah keluarga inti selesai, tugas berikutnya adalah merekrut seperti multi level marketing.
Setiap anggota FKPM wajib membawa minimal 10 orang yang ada di wilayah masing-masing, di banjar masing-masing, di desa atau kelurahan masing-masing.
"Dan perkembangan ini akan dilaporkan setiap hari, by name by addres. Jadi kami targetkan minimal FKPM merekrut lebih dari 20 ribu orang sampai dengan hari pencoblosan tanggal 27 Juni 2018," ujarnya.
Selain merekrut anggota, seluruh anggota FKPM sudah menyiapkan diri menjadi saksi berbasis TPS masing-masing.
Baik sebagai saksi resmi, maupun saksi bayangan yang akan memantau proses perhitungan suara.
"FKPM siap menjadi saksi di TPS dalam Pilgub nanti. Ribuan anggota ini akan mengawal Pilgub Mantra-Kerta sampai dengan pelantikan. Kami terus menjalin komunikasi intensif melalui segala media yang ada. Mari kita kerja keras untuk memenangkan Mantra-Kerta. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anggota_20180504_151805.jpg)