Puisi Nge-rock di Danes Art Veranda Manjakan Pecinta Puisi dan Musik Rock

Pembacaan puisi dipadukan dengan musik Rock menjadi sajian berbeda yang ditampilkan di Danes Art Veranda

Puisi Nge-rock di Danes Art Veranda Manjakan Pecinta Puisi dan Musik Rock
Tribun Bali/Putu Supartika
Pentas Puisi nge-rock di Danes Art Veranda, Rabu (9/5/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembacaan puisi dipadukan dengan musik Rock menjadi sajian berbeda yang ditampilkan di Danes Art Veranda, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Rabu (9/5/2018) malam.

Acara yang bertajuk Pentas Puisi Nge-Rock merupakan kolaborasi antara pembacaan puisi dengan musik rock.

Beberapa puisi dari Yudhistira ANM Massardi yang ada dalam kumpulan puisi Duka Cinta Jakarta, dibacakan oleh penulisnya sendiri, maupun oleh Renny Djajoesman yang berkolaborasi dengan musik dari Gema Isyak dan Gandhi Asta.

Beberapa puisi yang dibacakan oleh Yudhistira yaitu Jakarta 3, Jakarta 22, Jakarta 29, Jakarta 63.

Selain itu, pembacaan puisi yang tak kalah ngerock juga ditampilkan oleh Renny Djajoesman yaitu Jakarta 96 dan Jakarta 18.

Yudhistira ANM Massardi yang merupakan penyair asal Subang, Jawa Barat ini mengatakan, asal-usul ia membuat puisi nge-rock ini adalah saat dirinya meluncurlan buku kumpulan puisi Duka Cinta Jakarta di Solo, November tahun 2017.

"Saya ingin tidak hanya baca puisi tapi ada musiknya. Saya bertanya kepada anak sulung saya Iga Massardi dari grup Bara Suara, ada tidak musisi yang agak gila dari Solo. Anak saya mengatakan ada, namanya Gema Isyak dari Group rock Soloensis namanya," kata Yudhistira di sela-sela pembacaan puisi tersebut.

Selanjutnya ia meminta ke Isyak untuk membuat komposisi dari 3 puisi di buku Duka Cinta Jakarta dan bisa dipentaskan dalam peluncuran bukunya di Solo.

"Kemudian saya minta agar membuat 9 komposisi lagi dari puisi saya dan kami main di Jakarta pada Februari 2018 di Galery Indonesia Kaya. Untuk mengiringi puisi saya, Mas Isyak kolaborasi dengan Gandhi Asta dan membentuk Uniloka," imbuhnya.

Dirinya pun sangat bersemangat dan membawa format ini untuk road show dari Jakarta dibawa ke Bentara Budaya Solo, Bentara Budaya Jogja, ke Malang di Universitas Brawijaya, ke Makasar di Universutas Hasanudin, Medan dan Bali yaitu di Danes Art Veranda milik seniman Popo Danes.

"Ini merupakan road show terakhir karena menjelang puasa. Besok (hari ini) malam pentas di Ubud. Rencananya kami akan membuat format baru," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved