Simpang Ring Banjar
Wujud Krama Sala Sucikan Diri, Tradisi Mesiram Toya Daha Lan Magoba-Gobagan
Ada cara unik yang dilakukan krama Desa Pakraman Sala dalam menyambut hari Raya Galungan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Sebab itulah dengan mesiram di tempat ini, diharapkan para pemedek tidak hanya diberkahi fisik yang indah (cantik), namun juga pikiran, serta hati yang indah.
Pasraman Tan Hana
Usai melukat di Pesiraman Dedari, oleh petugas, pemedek diarahkan menuju sisi sebelah kiri, yang disebut Pasraman Tan Hana.
Ujar Kayana, arti pasraman sendiri merujuk pada sebuah tempat untuk melakukan kegiatan keagamaan.
Sementara Tan Hana, merupakan perkampungan yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu.
Prosesi di Pasraman Tan Hana, pemedek akan diarahkan masuk ke sebuah goa, hingga menemukan tempat pemujaan dengan patung Dewi Saraswati, serta sebuah air terjun.
Dengan melukat ditempat ini, diharapkan Ida Sang Hyang Widi Wasa menganugerahkan kemampuan spiritual serta pengetahuan agar mampu dimanfaatkan dalam kehidupan.
Tidak ada jangka waktu tertentu bagi pemedek yang hendak melukat di tempat ini.
Sebab menurutnya, sejumlah pemedek ada yang menyukai pengelukatan saat ramai, dan ada pula pemedek yang menyukai suasana sepi.
"Kembali pada pertimbangan masing-masing pemedek. Mungkin yang suka suasana sepi agar pemedek lebih khusyuk saat melukat," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/melukat_20180602_135407.jpg)