Libur Lebaran Beri Berkah Pariwisata Bali, Okupansi Naik Hampir 100 Persen
Wisdom yang datang membanjiri Bali kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan berbagai daerah lain di Indonesia
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Eviera Paramita Sandi
Wisdom yang datang membanjiri Bali kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan berbagai daerah lain di Indonesia yang direct flight ke Bali.
“Mereka menginap rata-rata 4-5 hari, bahkan ada yang seminggu,” sebutnya. Lanjutnya, angka ini naik dibandingkan hari biasa hingga 15-20 persen.
Seperti biasa, imbuh dia, wilayah kedatangan dominan wisdom adalah dari Jakarta.
“Kami pun menyiapkan paket Lebaran selama long weekend ini,” ujar Ramia.
Ia juga mengadakan general cleaning dan perbaikan semua produk agar maksimal dijual saat Lebaran.
“Kami juga melakukan training terhadap staf untuk mengantisipasi liburan panjang dengan service yang excellent,” tegasnya.
Menurutnya, sebagian besar wisdom datang ke Pulau Dewata karena tertarik dengan Kuta, Seminyak, Ubud, Pandawa, Tanah Lot, dan Nusa Dua.
Pergerakan Pesawat Jadi 453
Kedatangan wisdom ke Bali sejalan dengan trafik penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, membenarkan adanya kenaikan trafik.
Berdasarkan data statistik pergerakan penumpang lalu lintas udara Lebaran 1439 H/2018, di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, total pergerakan pesawat naik 7,35 persen dari 422 pesawat pada 2017 menjadi 453 pesawat pada 2018. Kedatangan penumpang juga naik 12,97 persen, dari 67.650 pada 2017 menjadi 76.426 pada 2018.
“Total rekapitulasi sampai H+1, untuk kedatangan pesawat naik 10,75 persen dari 2.176 pada 2017 menjadi 2.140 pada 2018. Hal ini senada dengan kedatangan orang yang naik 6,16 persen dari 367.508 pada 2017 menjadi 390.131 pada 2018,” sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai_20180619_112723.jpg)