Sebelum Buang Bayi Kembar di Jalan Ratna Denpasar, Pasangan Muda Ini Kerap Lakukan ini di Kamar
Wanita muda ini diduga sebagai pelaku pembunuhan bayi kembar yang dikandungnya hingga sembilan bulan sembilan hari lamanya itu
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Polisi berhasil menangkap terduga pelaku berinisial 'D', di Jimbaran Badung.
Wanita muda ini diduga sebagai pelaku pembunuhan bayi kembar yang dikandungnya hingga sembilan bulan sembilan hari lamanya itu.
Namun, bayi kembar yang sudah lahir dibunuh dengan cukup keji.
Baca: Ketut Catur Ungkap Alasan Ular Piton dan King Cobra Kerap Masuk Rumah Warga di Denpasar
Kapolsek Denpasar Timur, AKP Nyoman Karang Adiputra mengurai singkat cerita awal mula pengungkapan kasus terbunuhnya bayi kembar ini.
Awalnya, pengelola kos yang mengaku mendengar suara bayi menangis.
Kemudian, tak lama setelah itu ada bau busuk dari sebuah kantong plastik dan berisi kain.
Akhirnya, seorang saksi mendatangi bayi kembar tersebut.
Saksi itu adalah pengelola kos-kosan.
Pengelola kos-kosan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Denpasar Timur ketika tahu ada dua bayi yang meninggal dunia.
"Kemudian (pelapor) dimintai keterangan. Dari pelapor (pengelola kos-kosan) itu kami mintai keterangan, termasuk tetangga kos di situ," ucap Nyoman Karang kepada Tribun Bali, Rabu (18/7/2018).
Baca: Putu Arif Paksa Siswi SMA Lakukan Aksi Tak Senonoh di Hotel, Rekan Putu Arif pun Diajak ke Kamar
Dari tetangga kos dan pengelola, diketahui bahwa ada penghuni kos inisial F, yang dari keterangan saksi kerap membawa wanita ke kamarnya.
Dan wanita itu dugaannya sedang mengandung.
Akhirnya, pihaknya melakukan penelusuran di medsos (media sosial).
"Dari situ kami kemudian menunjukkan foto itu ke saksi. Dan saksi membenarkan bahwa foto itu adalah kekasih F. Dan kekasih itu adalah D sendiri," ungkapnya.
Usai memiliki informasi awal dan juga foto terduga pelaku, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan di komunitas warga NTT.
Baca: Ramalan Roy Kiyoshi Tentang Kehidupan Asmara Nikita Mirzani Jadi Kenyataan, Saya Tak Melihat ini
Dari situ akhirnya, ditemukan orang dengan ciri-ciri seperti yang dicari oleh polisi.
Kemudian ditelusuri dan akhirnya ditangkap di Jimbaran.
"Saat kami amankan di Jimbaran, kami juga mendapat info bahwa F sudah kabur. Kami berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Labuan Bajo untuk penangkapan," bebernya.
Ada Luka Robek di Leher Bayi Kembar
Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap wanita berinisial D, yang diduga sebagai ibu bayi kembar yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Ratna Denpasar, Bali.
Polisi pun masih menunggu hasil pemeriksaan oleh tim medis terkait visum yang dilakukan terhadap D.
Ternyata, terbunuhnya bayi kembar ini masih menyimpan beberapa pertanyaan besar, seperti bagaimana si ibu dan bapak itu menghadapi proses persalinan?
Kapolsek Denpasar Timur, AKP Nyoman Karang Adiputra menjelaskan, bahwa proses persalinan ini masih dalam rangkaian pertanyaan yang akan diperiksakan kepada terduga pelaku, berinisial D tersebut.
Di sisi lain, memang pihaknya tidak menemukan adanya pil penggugur kandungan.
Artinya, bayi kembar itu cukup kuat dugaan lahir dalam kandungan dan berumur sudah pada waktunya untuk lahir.
"Statusnya normal saat lahiran. Sudah berbentuk lahir kembar. Makanya nanti kami dalami bagaimana proses lahiran ketika memang alat bukti dari dokter itu keluar jumat depan," ucapnya, kepada Tribun Bali, Rabu (18/7/2018).
Karang mengaku, untuk keterlibatan orang lain (yang membantu proses persalinan) hingga saat ini masih dalam proses lidik.
Apakah ada atau tidak,itu semua bisa dibuktikan dari hasil pemeriksaan saksi, yang dikuatkan dengan hasil pemeriksaan dokter.
Dengan demikian, ketika positif ada dua alat bukti, maka bisa untuk menjerat D.
Baca: Begini Kondisi Putri Denada Usai Jalani Kemoterapi, Hati Denada Hancur Hingga Lakukan Ini
"Sedangkan untuk F (kekasih D) masih kami terus koordinasi dengan pihak Polsek Labuan Bajo untuk menangkapnya," tegasnya.
Sedikit mengulas mengenai luka pada bayi, Karang menyebut, bahwa bayi kembar itu mengalami luka di bagian leher.
Hanya saja belum diketahui luka sayat, tusuk atau jeratan di leher bayi malang tersebut.
"Kalau kematian ada di leher seperti luka. Tapi luka tusuk atau jeratan masih belum diketahui. Itu nanti juga kami tunggu dari tim medis," bebernya.
Terancam Hukuman Seumur Hidup
D (22) belum bisa dimintai keterangan mengenai kasus tersebut karena sering tidak sadarkan diri.
“Kondisi Ibu D saat ini masih lemas karena usai melahirkan sementara kita titipkan di RS Trijata Bhayangkara Polda Bali guna mendapatkan perawatan dan telah keluar surat penangkapan terhadapnya. Berhasil diamankan semalam dirumah kerabatnya di seputaran Jimbaran,” papar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Ario Seno Wimoko.
Iptu Ario Seno seizin Kapolresta Denpasar dan Kapolsek Denpasar Timur menambahkan D ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai pelaku yang membuang bayi kembar tersebut.
Diduga, D nekat melakukan perbuatan tersebut karena malu menanggung aib dan malu karena hamil diluar nikah.
Dan dari pemeriksaan awal Forensik ditemukan bekas luka senjata tajam dibagian leher dan perut namun pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan lengkap forensik.
Tim saat ini telah berkoordinasi lintas instansi guna melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku satunya yakni inisial F yang merupakan bapak dari bayi kembar tersebut.
Dari sang Ibu inisial D diamankan pakaian yang terdapat bercak darah diduga darah dari bayi kembar yang dibunuh lalu dibuang olehnya.
Pelaku D diancam dengan Pasal berlapis yakni Pasal 341, Pasal 342 dan Pasal 343 KUHP serta UU Perlindungan Anak pidana seumur hidup jika memang terbukti pembunuhan ini dilakukan secara berencana.
Suara Tangisan
Awalnya warga mengira ada bangkai hewan yang mati di sekitar TKP, tetapi kemudian yang ditemukan dua sosok orok kembar yang sudah meninggal dunia.
Seorang warga yang juga tinggal tak jauh dari lokasi, Julius saat diwawancarai tribun-bali.com mengaku kejadian tersebut bermula pukul 11.00 WITA pagi tadi.
Mulanya warga mengira bangkai kucing yang mati.
"Iya beberapa jam yang lalu. Sekitar pukul 11.00 WITA. Tadi warga mencium bau bangkai, jadi dikira kucing mati, ternyata pas mau diambil ada kakinya keluar sehingga warga pun kaget."akuinya.
Kata dia bayi tersebut sudah meninggal dan diperkirakan disimpan di lokasi sejak dua hari yang lalu.
"Jadi Jumat malam kemarin itu, warga sempat dengar ada suara bayi menangis. Mungkin waktu itu masih hidup. Sudah ada dua hari yang lalu lah. Nah pas minggu pagi tadi masyarakat mencium bau busuk itu." kata dia.
Ia juga mengatakan kalau orok tersebut merupakan bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang dibungkus sama kantong plastik putih dan kain.
"Iya tadi, itu dibungkus sama plastik putih dan kain, nah itu pas ada yang angkat itu kaki si bayi itu keluar." kata dia.
Sementara ungkap dia orok itu diletakkan di depan kos-kosan yang dihuni beberapa anak kos lelaki.
"Kalau di kos itu yang tinggal anak lelaki semua, nggak ada anak perempuan sih setau saya." ungkapnya.
Kini lokasi penemuan sudah dipasang police line oleh pihak kepolisian. (*)