Bali Paradise
Aroma Kayu Api Tak Terganti, Suksma Coffee Pertahankan Teknik Sangrai Tradisional
Ketika proses roasting modern kian digemari karena menawarkan kepraktisan, Suksma Coffee justru tetap mempertahankan sangrai tradisional
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
“Ceker Suksma termasuk yang paling banyak dicari pelanggan. Kami juga menjual paket iga babi yang sudah include dengan nasi putih,” kata Made.
Suksma Coffee buka dari pukul empat sore hingga tengah malam.
Suasana malam adalah waktu yang baik untuk menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.
Tidak ada salahnya untuk mampir ke Suksma Coffe untuk menghabiskan saat-saat istimewa.
Musik Akustik Hingga Tanding Bola
Suksma Coffee juga menjadi arena berkumpulnya komunitas.
Mulai dari penggemar musik hingga bolamania sering berkumpul di tempat ini.
Ketika ada big match, baik dari Liga Indonesia maupun liga luar negeri, Suksma Coffee akan menyiapkan layar agar pengunjung bisa menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Pertunjukan musik akustik biasanya dilakukan malam minggu, namun tergantung dari penampilnya juga. Kami berusaha untuk memfasilitasi band-band lokal Bali untuk dapat berkarya. Selain panggung kecil, kami juga menyiapkan sound system sederhana,” tutur pemilik Suksma Coffee, Made Putra.
Beberapa komunitas pun kadang menjadikan Suksma Coffee sebagai tempat untuk berkumpul, di antaranya komunitas vespa dan penggemar game online.
Kedai kopi dengan gabungan nuansa garden dan simpel-minimalis ini pun pernah dijadikan sebagai tempat pelaksanaan perlombaan game online.
Selain nuansa taman dan ruang indoor, Suksma Coffee juga memiliki satu ruang rapat privat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suksma-coffee_20180728_105115.jpg)