Gugatan Izin PLTU Celukan Bawang II Ditolak Hakim, Hotman Paris Tanggapi Dingin Banding Penggugat

Kuasa hukum Tergugat I (Gubernur Bali) dan Tergugat II Intervensi (PT PLTU Celukan Bawang), Hotman Paris Hutapea, menanggapi dingin

Gugatan Izin PLTU Celukan Bawang II Ditolak Hakim, Hotman Paris Tanggapi Dingin Banding Penggugat
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Kuasa hukum penggugat dan tergugat, Wayan 'Gendo' Suardana (kiri) dan Hotman Paris Hutapea (tengah), tampak akrab usai sidang putusan di PTUN Denpasar, Kamis (18/6/2018), terkait gugatan proyek PLTU II Celukan Bawang, Gerogak, Singaraja. 

Hotman Paris pun tersenyum sumringah mendengar putusan majelis hakim. Pengacara nyentrik ini menyatakan putusan majelis hakim telah benar.

"Keputusan majelis hakim benar. Apakah lapangan bola di Senayan bisa menimbulkan ikan di Ancol berkurang. Itu saja, kan sama persis dengan proyek PLTU. Jawabannya tentu tidak, karena ini (proyek PLTU) kan belum ada kegiatan," ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang terkait batubara. Karena itu PLTU berbahan batubara dianggap tak menyalahi aturan.

"Batubara adalah primadona pembangkit tenaga listrik. Tanpa batubara, Indonesia tidak bisa hidup. Tanpa batubara anak lo nggak bisa sekolah. Siapa bilang batubara menimbulkan masalah?" ucap pengacara kaya raya ini.

Waktu 14 Hari

Sementara Wayan "Gendo" Suardana selaku kuasa hukum Para Penggugat menegaskan, akan mengajukan banding.

"Terima kasih Yang Mulia. Atas putusan ini, kami pasti akan mengajukan banding," tegas Gendo.

Ditemui usai sidang, Gendo mewakili Para Penggugat kembali menyatakan akan menempuh upaya hukum banding terkait putusan majelis hakim karena dianggap tak adil.

"Kami punya waktu 14 hari untuk menyatakan banding, dan langkah kami pasti akan banding," tegas pengacara dari Gendo Law Office (GLO) ini.

Dijelaskan Gendo, eksepsi Pengugat ditolak karena majelis hakim menganggap Para Penggugat tidak mempunyai kepentingan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved