5 Mobil Diseruduk Peserta Melis Yang Sedang Berada di Alam Bawah Sadar, Ini Yang Terjadi

Sejumlah peserta upacara Melis utamanya yang menyungsung (membawa,red) Ida Betara pun tanpa sengaja menyeruduk mobil

5 Mobil Diseruduk Peserta Melis Yang Sedang Berada di Alam Bawah Sadar, Ini Yang Terjadi
Istimewa
Kondisi Mobil Avanza yang ditunggani oleh Made Hendrik (27) warga asal Desa Tewed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembarana, yang rusak akibat diseruduk para peserta Upacara Melis di Desa Kubutambahan, Buleleng, Minggu (26/8/2018) 

"Adik saya terlambat turun dan tidak sempat mematikan mesin mobil karena dia sedang meggendong anaknya yang masih berumur tiga tahun. Tiba-tiba yang menyungsung Ida Betara itu menabrak mobil adik saya sampai kaca mobil sebelah kanannya pecah. Setelah itu adik saya keluar dan dia langsung dikejar oleh salah-satu orang yang menyungsung Ida Betara tersebut.

Dia lari sampai sekitar 100 meter.

Lalu bagian mata sebelah kanannya dipukul hingga bengkak," ungkap Suastika.

Tak hanya mobil Avanza milik sang adik, tiga unit bus mini dan satu unit mobil travel yang disewa oleh keluarga Suastika juga ikut rusak.

"Kami benar-benar tidak tahu akan ada upacara Melis di Kubutambahan. Kami juga tidak tahu dengan tradisi di sana yang mengharuskan seluruh pengendara agar turun dari mobilnya. Polisi saat itu ada di lokasi, namun sepertinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Rombongan kami itu ada sekitar 600 orang,"  ujar Suastika.

Atas kejadian ini, imbuh Suastika, keluarganya telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kubutambahan.

Namun pihak polisi meminta agar lima unit mobil yang rusak tersebut ditahan untuk sementara waktu di Mapolsek untuk dijadikan sebagai barang bukti.

"Rombongan harus pulang. Jadi kami tidak bisa menaruh mobil di Polsek untuk dijadikan barang bukti. Tapi adik saya sudah menjalani visum, dan hasilnya sudah diserahkan ke Polsek," terangnya.

Suastika pun berharap, dengan adanya kejadian ini, antara keluarganya dan prajuru di Desa Adat Kubutambahan dapat saling bertemu untuk berkomunikasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama-sama.

Sementara, Kelian Desa Adat Kubutambahan, Jero Pasek Warkandea mengucapkan permohonan maaf kepada para korban yang kendaraannya rusak.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved