Pantai Eksotis nan Indah di Bali ini Ditutup, Wisatawan Gelar Protes
Pasca kecelakaan laut yang menewaskan Kiky (23), objek wisata Pantai Kelingking di Desa Bungamekar ditutup
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Pasca kecelakaan laut yang menewaskan Kiky (23), wisatawan asal Bandung, Minggu (16/9/2018), objek wisata Pantai Kelingking di Desa Bungamekar ditutup sementara.
Namun karena banyak wisatawan yang komplain, pihak Desa dan Kepolisian pun kembali membuka objek wisata itu.
Meskipun kondisi gelombang saat ini sedang kurang bersahabat.
Baca: Foto Mesra Viral, Istri Jeremy Thomas: Sophia Latjuba kan Janda, Kalian Berdua Otaknya Dipakai!
"Kejadian kemarin, korban sudah diberitahu oleh petugas kondisi gelombang besar. Namun tamu kebanyakan nekat dan membandel.
"Hari ini sebenarnya objek wisata Pantai Kelingking kami tutup untuk turun kebawah. Namun wisatawan justru banyak komplain, akhirnya kami koordinasi dengan Kapolsek untuk buka," jelas Perbekel Desa Bunga Mekar, Wayan Yasa, Senin (17/9/2018).
Menurutnya, selama ini kecelakaan yang terjadi di pantai Kelingking juga disebabkan oleh wisatawan yang nekat dan membandel.
Terhadap kejadian yang menimpa Kiky, sebenarnya telah ada petugas dari desa yang mempringatkan untuk tidak berenang di pantai karena kondisi gelombang yang cukup besar.
Baca: Tips Bagi Perokok, Ini Cara Bersihkan Paru-paru dengan Cara Sederhana
"Papan peringatan pun sebenarnya sudah terpasang dari baru masuk objek wisata. Hanya saja wisatawan nekat, kami susah juga mengawasi. Hari ini meskipun objek wisata dibuka, namun wisatawan tetap kami awasi dan larang untuk mandi karena gelombangnya cukup besar," ungkapnya.
Objek wisata Pantai Kelingking baru menjadi kewenangan desa Bunga Mekar sejak 20 hari lalu.
Hal ini agar pihak desa bisa menarik retribusi dari kunjungan wisatawan, karena sebelumnya Pantai Kelingking menjadi kewenangan Desa Pakraman.
Langkah-langkah untuk menekan angka kecelakaan di Pantai Kelingking pun telah dilakukan, dengan mengalokasikan dana desa untuk memasang pagar pengaman di sepanjang jalan menuju pantai.
"Kami sudah alokasikan dana desa untuk pasang pagar pengaman dan kayunya sudah datang. Hanya aja belum pasang,karena ramainya kunjungan wisatawan. Kita memanfaatkan warga lokal untuk mengerjakannya," ungkapnya.
Baca: Sang Guru Pergoki Siswanya Duduk Sendirian di Kelas, Alasannya Sungguh Tak Diduga
Selain itu, kedepannya pihaknya juga akan menyediakan life jacket atau pelampung, yang dapat digunakan saat kondisi darurat jika ada wisatawan terseret ombak.
Selain itu, saat ini juga sudah disiagakan tiga petugas di objek wisata Pantai Kelingking.
"Kami sudah kerjasama dengan Basarnas. Secara pribadi saya juga sudah tanyakan dimana membeli life jaket dan sebagainya untuk antisipasi jika darurat," jelas Yasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai-kelingking_20180917_194528.jpg)