Video 2 Siswi Ditampar Mantan Paskibra di Tabanan Viral, Sekolah Sebut Untuk Bangkitkan Semangat

Video 2 Siswi Ditampar Mantan Paskibra di Tabanan Viral, Pihak Sekolah Sebut Untuk Bangkitkan Semangat

Instagram/info tabanan

“Selain itu pelatih ES ini juga mantan Paskibraka. Kemudian pelatih ini juga akrab sekali dengan anak seperti adik dan kakak, jadi tidak ada sengaja kekerasan, ini sudah ada kesepakatan untuk tumbuhkan semangat agar latihan menjadi lebih baik," kata Suartini.

Disinggung mengenai jika sudah sesuai kesepakatan, mengapa ada yang memvideokan perilaku tersebut dan kemudian disebar di media sosial, Suartini pun mengakui tidak mengetahui pasti siapa yang menyebarluaskan video adegan tersebut.

Padahal, seluruh siswinya tersebut tidak merasa keberatan karena sudah sesuai dengan kesepakatan.

“Malah mereka kecewa video itu tersebar karena niatnya memang untuk berlatih supaya bisa mempertahankan juara LKBB kembali,” katanya.

Mengenai solusi, dia berjanji akan menyelesaikannya secara intern saja dengan mempertemukan pelatih, siswa, orangtua, dan jajaran sekolah.

"Siswi seluruhnya akan kami pertemukan dengan pelatih. Kami akan selesaikan intern,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gede Susila menyarankan, agar kasus tak terlulang lagi.

Kegiatan pembinaaan harus dengan cara yang berkarakter.

Misalnya menggunakan sanksi memperkuat mental seperti push up atau cara yang lain.

"Karena dengan kekerasan fisik seperti ringan tangan ini tidak boleh dilakukan," katanya.

Dia berharap agar pihak sekolah segera melakukan pembahasan terkait peristiwa ini dan segera diselesaikan.

"Tolong diselesaikan dengan baik supaya kasus serupa tidak terulang kembali," imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali, I Kadek Ariasa mengatakan UU Perlindungan Anak maupun Peda Perlindungan Anak sudah tertulis dengan tegas dan jelas bahwa tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apapun baik secara psikis terlebih sampai ada fisik terhadap anak dalam kegiatan apapun di dunia pendidikan maupun di kehidupan lain.

"Kami harapkan dari bidang pendidikan agar semua pihak menjadikan hal ini sebagai perhatian serius dengan konsisten penuh komitmen dan kesadaran bersama," katanya saat dihubungi.

Menurut Ariasa, peristiwa seperti itu benar-benar merusak citra pendidikan di Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved