Lelakut Unik dari Daun Kelapa, Dianyam Tiga Hari dengan Teknik Anyaman Rumit
Dua buah lelakut atau orang-orangan sawah lelaki perempuan ini dibuat dari daun kelapa dengan teknik menganyam
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua buah lelakut atau orang-orangan sawah lelaki perempuan ini dibuat dari daun kelapa dengan teknik menganyam yang lumayan rumit.
Lelakut ini dibuat oleh Jro Mangku Nyoman Dauh anggota Subak Kredung, Pedungan, Denpasar selama tiga hari yang diikutkan dalam lomba lelakut, pindekan, dan sunari di Subak Buaji, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Sabtu (3/11/2018).
Berdasarkan penuturan sang pembuat, lelakut ini dibuat hingga pukul satu malam.
Dari badan, kepala hingga pakaian lelakut ini dibuat dari anyaman daun kelapa.
"Satu lelakut menggunakan lima sampai enam tangkai daun kelapa. Daun kelapanya harus utuh, tidak boleh cacat," kata Dauh.
Pembuatan lelakut ini dimulai dari badan yang dilanjutkan pada kepala, lalu untuk tangan dan kaki menyesuaikan.
"Ini kepalanya bisa diputar-putar karena dibuatnya sepotong-sepotong, kepala lain, badan lain nanti digabung," paparnya.
Agar memudahkan dalam menganyam, daun kelapa tersebut dijemur hingga layu.
Sebanyak 12 pasang atau 24 lelakut yang terdiri dari sunari 12 buah dan pindekan juga 12 buah, dengan berbagai jenis dan kreasi masing-masing mengikuti lomba ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Madya Subak Kota Denpasar, I Wayan Jelantik mengatakan lomba ini merupakan bentuk pelestarian budaya yang diselenggarakan rutin setiap tahun.
"Memang tujuannya untuk membangkitkan generasi muda agar bisa bercocok tanam, sehingga diundang juga siswa SD untuk melihat, sehingga yang ada tidak sekadar memasang sesuatu tapi untuk pelestarian. Kalau zaman dulu kan sudah biasa ada," kata Jelantik.
Pemasangan lelakut, sunari, dan pindekan ini bukan hanya di sawah, namun juga di pura saat upacara.
"Ada istilah rare angon supaya tidak ada pengacau dari luar, inilah yang membersihkan makanya berisi banten," imbuhnya.
Sementara jika dipasang di sawah akan menghalau hama penyakit termasuk dari serangan burung dan tikus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lelakut-dari-anyaman-daun-kelapa-dalam-lomba_20181103_154659.jpg)