Lelakut Unik dari Daun Kelapa, Dianyam Tiga Hari dengan Teknik Anyaman Rumit
Dua buah lelakut atau orang-orangan sawah lelaki perempuan ini dibuat dari daun kelapa dengan teknik menganyam
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Dengan lelakut, pindekan, dan sunari ini, petani tidak perlu lagi menggunakan zat kimia dalam pemberantasan hama.
Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari 4 kecamatan se-Kota Denpasar.
Satu kecamatan melombakan tiga pasang lelakut, tiga sunari, dan tiga pindekan.
Kriteria penilaian pindekan yaitu mampu berputar saat ada angin kecil.
Sementara sunari mampu mengeluarkan bunyi saat angin kecil, karena sistem pembuatan sunari ini seperti membuat seruling, ada pengaturan pembuatan lubang besar kecilnya.
"Kalau lelakut yang dinilai yaitu keserasian, ketinggiannya proporsional seperti manusia," katanya.
Pemasangan lelakut, pindekan, maupun sunari di sawah biasanya dilakukan saat padi mulai berbiji. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lelakut-dari-anyaman-daun-kelapa-dalam-lomba_20181103_154659.jpg)