Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Fenomena Colek Pamor di Bali, Terjadi Berturut-turut di Awal November

Fenomena colek pamor beberapa waktu lalu terjadi di beberapa rumah warga di Bali. Kejadian colek pamor ini memang bukan yang pertama kali di Bali.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Warga Banjar Munggal, Desa Kukuh, Marga, Tabanan menunjukkan guratan putih yang ada di merajan, Kamis (8/11/2018). 

Fenomena colek pamor merambah ke Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (8/11/2018).

Colek pamor terjadi di Banjar Munggal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga tepatnya di pamerajan Kelian Banjar Adat Munggal, I Komang Gede Renteg (47).

Menurut pantauan, guratan kapur atau colek pamor ada di semua palinggih yang ada di merajan termasuk di pintu masuk pemerajan.

I Komang Gede Renteg menuturkan, fenomena ini awalnya diketahui sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat itu ia mendengar informasi bahwa ada colek pamor di sebuah pura di wilayah setempat, kemudian mengecek ke merajannya dan ternyata benar adanya.

 
"Awalnya saya dengan informasi bahwa ada colek pamor di sebuah pura. Nah setelah saya cek ke merajan, ternyata ada goresan putih seperti ini," ujar Renteg sembari menunjukan goresan tersebut.

Misteri 13 Tahun Lalu Terulang

Ketua PHDI Buleleng, Dewa Suardana meminta kepada masyarakat agar tidak membahasnya terlalu dalam.
Ia khawatir hal ini akan menimbulkan keresahan. Ia juga meminta fenomena ini dianggap sebagai berkah, bukan mistis.

Fenomena colek pamor pernah terjadi tahun 2005. Warga Bali gempar dengan guratan misterius yang muncul di sanggah merajan.

Motifnya saat itu adalah tapak dara. Dalam keyakinan Hindu, tapak dara lekat dengan simbol swastika yang bermakan keselamatan.

Awalnya fenomena guratan misterius itu muncul di Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Namun kian meluas ke wilayah Gianyar, Badung, hingga Tabanan.

Pemilik rumah yang palinggih sanggah merajan mereka berisi tapak dara tak ada yang tahu siapa pelaku atau mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Peristiwa ini umumnya baru diketahui saat pagi hari. Rangkaian kejadian berantai tanpa diketahui siapa pelakunya membuat opini publik mengarah ke aspek niskala.

Terlebih kabarnya pernah ada yang kerauhan saat mencoba menghapus tanda tersebut.
Tak sampai di sana. Sampel pamor sampai dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Bali. Namun hasilnya samar.

Goresan ini juga muncul di palangkiran rumah dinas Made Mangku Pastika, yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved