Ini Fenomena Colek Pamor di Bali, Terjadi Berturut-turut di Awal November
Fenomena colek pamor beberapa waktu lalu terjadi di beberapa rumah warga di Bali. Kejadian colek pamor ini memang bukan yang pertama kali di Bali.
Tak ada yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi padahal rumah dinas Kapolda dijaga polisi 24 jam. Pastika pun mengambil hikmah kejadian itu sebagai keajaiban. (*)
Fenomena colek pamor sejatinya pernah terjadi 13 tahun silam.
Bahkan, colek pamor terjadi hampir di seluruh pura atau merajan sanggah di wilayah Desa Pejarakan.
Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kabupaten Buleleng, Dewa Suardana menuturkan, fenomena colek pamor pernah terjadi tahun 2005 silam.
Saat itu, warga Bali digemparkan dengan guratan misterius colek pamor dan tapak dara yang muncul di sanggah merajan.
Motifnya tapak dara serupa tanda tambah.
Dalam keyakinan Hindu, tapak dara lekat dengan simbol swastika yang bermakna keselamatan.
Awalnya fenomena guratan misterius itu muncul di Kabupaten Karangasem dan Buleleng.
Namun kian meluas ke wilayah Gianyar, Badung, hingga Tabanan.
Pemilik rumah yang palinggih sanggah merajan mereka berisi colek pamor tak ada yang tahu siapa pelaku atau mengapa hal tersebut bisa terjadi. Peristiwa ini umumnya baru diketahui saat pagi hari.
Rangkaian kejadian berantai tanpa diketahui siapa pelakunya membuat opini publik mengarah ke aspek niskala.
Terlebih kabarnya pernah ada yang kerauhan saat mencoba menghapus tanda colek pamor.
Tak sampai di sana. Sampel pamor sampai dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Bali. Namun hasilnya samar.
Goresan ini juga muncul di palangkiran rumah dinas Made Mangku Pastika, yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Bali.
Tak ada yang tahu bagaimana hal itu bisa terjadi padahal rumah dinas Kapolda dijaga polisi 24 jam. Pastika pun mengambil hikmah kejadian itu sebagai sebuah keajaiban. (rtu/mpa/ful)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/colek-pamor_20181109_104209.jpg)