Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Proyek Perbaikan Meru Pura Watu Klotok Molor Sepekan

Keterlambatan perbaikan dua meru ini akibat padatnya aktivitas warga di Pura Watu Klotok

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
MERU - Seorang pekerja tampak merapikan ijuk meru Pura Watu Klotok, Rabu (28/11/2018). Proyek meru dengan anggaran Rp 888 juta itu molor selama sepekan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Proyek perbaikan meru di Pura Watu Klotok, molor selama sepekan.

Keterlambatan perbaikan dua meru ini akibat padatnya aktivitas warga di Pura Watu Klotok.

Dalam beberapa kesempatan, pekerja tidak bisa bekerja karena ada warga melakukan persembahyangan

"Tidak enak juga tukang melanjutkan pekerjaan di atas saat ada pamedek sembahyang di bawah. Ini juga jadi faktor kenapa pengerjaanya molor," ujar Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta saat mengcek kondisi proyek perbaikan meru Pura Watu Klotok, Rabu (28/11/2018).

Dari hasil pengecekan, diketahui proyek dengan anggaran Rp 888 juta itu telah molor selama seminggu.

Atas hal ini, pihak rekanan pun harus dikenai sanksi berupa pinalti.

"Kami sudah cek, memang ada keterlambatan satu minggu dan pihak rekanan sudah dapat peringatan,” ujar Made Kasta.

Saat ini proyek meru tersebut sudah mendekati rampung.

Meskipun tampak memaklumi keterlambatan itu, Kasta berharap tidak mempengaruhi kualitas pengerjaan.

"Kalau terlambat aturannya sudah jelas, ada pinalti. Tapi yang penting juga hal ini tidak pengaruhi kualitas bangunan," ujarnya.

Sementara dari pihak rekanan, Ketut Panca mengatakan, keterlambatan pada pembangunan proyek meru itu lebih karena persoalan tenaga tukang ukir.

Pihaknya tidak bisa mengejar ayai menargetkan kerja tukang ukir karena erat kaitannya dengan seni.

Jika dipaksakan, ia khawatir hasilnya tidak akan maksimal.

“Namanya seniman ukir, mereka juga tidak bisa dipaksa untuk bekerja cepat dan tepat waktu. Jika dipaksa, nanti hasilnya kurang maksimal. Saya lihat tukang ukirnya bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengutamakan seni. Ada kebanggan tersendiri bagi mereka," ujarnya.

Pengerjaan meru tumpang empat dan lima ini mendatangkan tukang ukir termasuk bahan baku daru Desa Bongkasa, Mengwi, Badung.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved