Salah Menggunakan Lidah, Tokoh Ini Berakhir Tragis
Pernah dengar pepatah setajam tajam pisau masih lebih tajam lidah? Karena salah perkataan bisa menimbulkan petaka
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pernah dengar pepatah setajam tajam pisau masih lebih tajam lidah?
Karena salah perkataan bisa menimbulkan petaka.
Perkataan membuat seseorang mendapatkan teman, mendapat kebahagiaan, memperoleh musuh, bahkan bisa berujung petaka.
Sehingga hendaknyalah seseorang bijak dalam mempergunakan lidah untuk berkata.
Walaupun lidah tak bertulang, namun kendalikanlah.
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa mengatakan ada beberapa tokoh dalam kisah-kisah Hindu yang menemui petaka karena lidah.
Pertama yaitu tokoh Sisupala dalam kisah Mahabharata.
Sisupala dalam upacara Rajasuya Yadnya yang dilakukan oleh Yudistira kepalanya dipenggal oleh Kresna karena menghina Kresna hingga 100 kali.
"Yudistira bingung mencari siapa sosok yang berhak mendapat penghargaan karena berjasa dalam pendirian Kerajaan Indraprasta. Rsi Bisma memberikan saran agar yang diberikan penghargaan yaitu Kresna," kata Guna saat dihubungi Kamis (13/12/2018) pagi.
Saat pemberian penghargaan Sisupala terus menghina Krisna.
Dan saat hinaan keseratus akhirnya kepala Sisupala dipenggal dengan cakra sudarsana.
Ketika itu Sisupala menurut Guna menghina Krisna dengan mengatakan Krisna bukan terlahir dari garis keturunan kesatria.
Sisupala juga mengatakan Krisna adalah penggembala dan Krisna juga diangggap sebagai seorang pencuri.
Selain Sisupala juga ada seorang raja yaitu Dasarata yang memerintah di Kerajaan Ayodya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sisupala_20180424_122914.jpg)