Hoaks 'Musiman' Soal Terompet dan HIV Beredar Lagi di Grup WhatsApp, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jelang perayaan tahun baru, warganet kembali dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai (broadcast) melalui aplikasi pesan WhatsApp

Hoaks 'Musiman' Soal Terompet dan HIV Beredar Lagi di Grup WhatsApp, Ini Penjelasan Ilmiahnya
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
(Foto tak terkait berita) MODEL BARU - perajin terompet mulai menyiapkan beberapa model terbaru yang diprediksi bakal menjadi ikon saat malam pergantian tahun. 

Hoaks 'Musiman' Soal Terompet dan HIV Beredar Lagi di Grup WhatsApp, Ini Penjelasan Ilmiahnya

TRIBUN-BALI.COM - Jelang perayaan tahun baru, warganet kembali dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai (broadcast) melalui aplikasi pesan WhatsApp tentang bahaya HIV.

Pesan itu kurang lebih berisi informasi tentang penyebaran virus HIV melalui terompet yang biasa dijual saat perayaan tahun baru.

Dalam pesan itu juga menyebutkan kalau penyebaran HIV yang bisa berkembang menjadi penyakit AIDS itu dapat menular lewat air liur yang menyebar dari pembuat atau penjual tahun baru ke para pembeli.

Bahkan tak hanya itu, pesan yang sudah menyebar ini mengatasnamakan dr Boyke Dian Nugraha yang merupakan dokter dan pakar tentang penyakit seksual.

Baca: Suami Sering Selingkuh, Jadi Alasan Istri Cari Pria Lain, Selalu Berakhir dengan Peristiwa Tragis

Baca: Ikut Rayakan Juara, Sinyal Lilipaly Kembali ke Persija? Bali United Bisa Untung Besar

Baca: TNI AU Sebut Bukan Suara Pesawat, Ini Penjelasan Ilmiah Soal Suara Misterius di Langit Pekalongan

Baca: Ini Senjata TNI yang Bikin Ciut Kelompok Teror TPNPB-OPM, Kapendam: Jangan Cengeng

Berikut isi pesan yang banyak beredar di berbagai grup WhatsApp:

Melansir dari Kompas.com, beginilah isi pesan itu

"Mengingatkan saja, kata dr.Boyke, hati-hati dengan terompet ya. Tahukah Anda bahaya terompet? Sebentar lagi saudara-saudara kita ikut merayakan tahun baru, salah satunya dengan terompet.

Bayangkan betapa cepatnya penyebaran virus HIV dan efek jangka panjangnya yang mengerikan karena sebatang terompet,"

Pesan itu juga berisi tentang cara penularan virus melalui uji kelayakan terompet seperti uji dari mulut pembuat terompet, uji dari mulut penjual, lalu terompet sampai ke para calon pembeli yang sekedar pilih-pilih dan bisa jadi mengidap penyakit menular.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved