Warga Teriak Tuntut Kejelasan Pembangunan Rumah Subsidi di Tabanan, Sudah Bayar DP Rp 25 Juta
Puluhan warga mendatangi kantor CV Jasmin di Jalan Pondok Indah, Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (17/12).
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Puluhan warga mendatangi kantor CV Jasmin di Jalan Pondok Indah, Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (17/12).
Mereka meminta kejelasan dari program pembangunan rumah bersubsidi yang berlokasi di Desa Batuaji, Kerambitan.
Pasalnya, hingga saat ini, rumah tak kunjung dibangun. Padahal mereka sudah membayar uang muka atau down payment (DP).
Akibat tak ada kejelasan pembangunan Perumahan Parahyangan ini, warga yang menjadi konsumen berniat melakukan pembatalan pembelian rumah, dan menagih uang DP yang telah mereka bayarkan.
Namun tak kunjung direalisasikan oleh pihak pengembang (developer) yaitu PT Promedia Indo Perkasa pimpinan I Gusti Putu Rai Gunadi dengan marketing CV Jasmin pimpinan Putu Susi Kristianti.
Berdasarkan pantauan, warga sudah berkumpul di lokasi sejak pukul 09.30 Wita. Sejumlah warga berteriak “kembalikan uang kami".
Warga lainnya juga menyatakan developer terlalu banyak janji tanpa bukti.
Dari informasi yang diperoleh, pengembang berdalih pihak investor dari pembangunan Perumahan Parahyangan ini belum jelas alias tak memiliki uang sehingga pembangunan ditunda.
Mereka juga berdalih tak mau mengembalikan uang para konsumen yang membatalkan pembelian rumah karena sudah diketahui media massa.
Salah satu konsumen perumahan, Nyoman Agus Sumariana, mengungkapkan kesepakatan untuk pembelian rumah sudah dilakukan sejak bulan Juli-Agustus tahun 2017.
Ia pun lantas percaya dan membayar DP senilai Rp 25 juta dengan tujuan agar pembayaran selanjutnya lebih ringan.
Awalnya ia berniat mengambil rumah subsidi karena cicilannya jauh lebih ringan dari rumah konvensional.
"Sudah berjalan sekitar dua tahun. Saya sudah merasa curiga sejak satu tahun yang lalu," ujar Sumariana saat dijumpai Senin (17/12).
Dirinya mulai curiga sejak tak dilakukan pembangunan atau pemberitahuan pembangunan apapun.
“Awalnya saya percaya ini jalan. Tapi ternyata tidak. Saya juga sempat mengecek di Puri Parahyangan di wilayah perbatasan Desa Batuaji," jelas pria asal Banjar Meliling Kawan, Tabanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/warga-demo-soal-pembangunan-rumah-subsidi-di-tabanan.jpg)