Rasmini Layani 780 Lamak Saat Galungan, Pembuatannya Libatkan Anak Sekolah
Saat menjelang Hari Raya Galungan, bukan hanya penjual penjor yang dapat banyak pesanan tapi juga pembuat jaitan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat menjelang Hari Raya Galungan, bukan hanya penjual penjor yang dapat banyak pesanan tapi juga pembuat jaitan (sarana upacara).
Hal itulah yang dirasakan penjual jaitan yang tergabung dalam kelompok usaha Batur Sari Dekorasi, Jalan Raya Sesetan, Gang Batur Sari, Denpasar.
Ni Putu Vira Mirantini dengan temannya Putu Leriastina Putri Maharani, Minggu (23/12/2018) siang, tengah asik merangkai potongan janur yang ada di depannya.
Ia merupakan siswa SMK Saraswati Denpasar.
"Saya sudah ikut sejak setahun yang lalu. Mumpung sekarang lagi liburan, hitung-hitung sambil belajar dan ngisi liburan," kata Vira.
Sementara itu, pemilik usaha, Ni Made Rasmini mengungkapkan usahanya ini mulai dilakoni sejak tahun 2000.
Saat Galungan ini ia mengerjakan pesanan lamak 780 biji.
Selain itu gantungan sebanyak 1.560 buah, belum lagi gebogan penjor dan sampian untuk keperluan Galungan.
"Untuk pesanan ini dikerjakan oleh 9 orang dewasa dan anak sekolahan 5 orang," kata Rasmini.
Karena sulit melayani pesanan ini bahkan ia menolak beberapa pesanan.
"Saat ini meningkatan ordernya. Dari sebulan dua bulan sudah ada yang mesen. Dan dua minggu sebelum galungan sudah tutup orderannya," katanya.
Hal ini dikarenakan ketahanan janur tidak lama sehingga tidak bisa dikerjakan jauh-jauh hari.
"Lamak sudah mulai dikerjakan dua hari kemarin. Senin, Selasa pagi sudah diambil oleh pemesannya," katanya.
Bahan baku janur ia dapatkan dari Petang Badung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/siswa-terlihat-asik-membuatan-lamak-minggu-23122018.jpg)