Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Puncak Karya di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana SNKK Dipimpin 6 Sulinggih

Puncak karya di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan dipimpin oleh 6 orang sulinggih

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Prosesi pendanaan serangkaian karya di Dalem Agung Pura Kawitan Shri Nararya Kresna Kepakisan, Sabtu (5/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (5/1/2019), diselenggarakan puncak karya di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (SNKK), Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung.

Prosesi puncak karya ini dipimpin oleh 6 orang sulinggih.

Prosesi upacara di utama mandala dipuput oleh Ida Pedanda Istri Anom Keniten, Ida Pedanda Gde Kediri Putra Keniten, Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh, dan Ida Pedanda Buda Keling.

Usai upacara di utama mandala, dilanjutkan upacara mapeselang yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Gede Kemenuh dan Ida Dalem Surya Sogatha Puri Klungkung.

Mapeselang adalah upacara sebagai lambang bertemunya Ida Bhatara Kawitan dengan pratisentananya.

Beliau melimpahkan karunia berupa cinta kasih dalam bentuk penciptaan dunia beserta isinya.

Beliau diwujudkan sebagai Purusa Predana, sebagai Dewa Semara Ratih, lambang dewa cinta kasih.

Di balai peselang, juga dilakukan upacara majejiwan dipimpin Ida Pedanda Buda keling dan Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh.

Upacara majejiwan memiliki makna menghidupkan kehidupan atau menjiwai segala yang hidup.

Kemudian upacara dilanjutkan dengan prosesi Nginang yang dipuput Ida Pedanda Istri Suryati Keniten.

Sedangkan Upacara Pedanan di Madya Mandala dipimpin Ida Pedanda Putra Kumpul Griya Bona.

Selain di pura, upacara karya juga dilaksanakan di Pura Beji Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentana SNKK, yang dipuput Ida Pedanda Griya Purnawati Blahbatuh.

Sejumlah tari sakral juga dipentaskan seperti topeng, wayang lemah, rejang dewa, baris gede dan rejang renteng, diiringi gong tegak dan slonding, serta pesantian.

Sekretaris Panitia Karya, I Made Legawa menjelaskan, setelah puncak karya ini, Ida betara Kawitan akan nyejer hingga tanggal 15 Januari 2019.

Selama Ida Betara ngadeg/nyejer, akan dilakukan upacara pengayaran.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved