Menerka Semesta Kita, Masuk ke ‘Semesta’ Sang Perupa

Pernahkah kita menerka bagaimana rupa sebuah semesta yang penuh dengan keliaran imajinasi, kebebasan tiada batas?

Menerka Semesta Kita, Masuk ke ‘Semesta’ Sang Perupa
Tribun Bali/Ni Ketut Sudiani
Salah satu lukisan yang dipamerkan dalam pameran bertajuk “Semesta Kita” di Bentara Budaya Bali, yang berlangsung hingga 27 Januari 2019. 

Dari 56 lukisan yang berangka tahun dari 2012 hingga 2018 itu, publik dapat menyaksikan gambaran semesta yang seakan begitu kelam, tragis, penuh misteri, juga sebuah kenaifan dan kemurnian anak-anak yang melukiskan sesuatu apa adanya.

Ekspresi akan apa yang mereka rasakan dan pikirkan pada satu momen tanpa terbebani kepentingan apapun.

Ada pula lukisan nirsosok, atau dikatakan sebagai abstrak, yang sama sekali tidak secara gamblang menampakkan tokoh, latar tempat, maupun deskripsi sebuah peristiwa.

Melainkan perpaduan bebas aneka warna yang dipuas, dicipta sealur perasaan, pikiran, juga imajinasi sang kreator.

Cukup jauh berbeda, pada lukisan lainnya, justru muncul gambaran yang sangat detail memenuhi kanvas.

Di dalamnya pun dapat dirasakan ada sebuah kesadaran akan komposisi, pilihan warna, yang tampaknya juga merupakan sebuah respons akan kehidupan sosial masyarakat.

Masing-masing anak muda ini hadir dengan caranya yang berbeda dan publik dapat dengan segera merasakannya.

Setiap kreator memiliki karakter yang cukup kuat, sehingga walaupun lukisannya diletakkan secara acak, kita dapat mengenali siapa pelukisnya.

Coba kita perhatikan karya Anfield Wibowo, kelahiran Jakarta, 19 November 2004.

Lukisan-lukisannya terbilang cukup mencekam.

Halaman
1234
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved