Breaking News:

80 Persen Sampah Laut Berasal dari Daratan, Hampir Separuhnya Plastik Lunak

“Salah Satu tujuan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai untuk agar tidak lagi tergantung pada penggunaan plastik tersebut,"

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Hisyam Mudin
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Pantai Kedonganan tampak dibanjiri sampah plastik, Minggu (24/12/2017). 

Turunnya kebijakan berupa pembatasan timbulan PSP ini karena Bali sedang dihadapkan pada permasalahan penumpukan sampah plastik sebagai dampak peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia.

Oleh karena itu, sudah saatnya perlu dilakukan tindak lanjut pengelolaan sampah plastik yang cepat, tepat dan ramah lingkungan.

 

Baca: Fakta Penemuan Dua Jasad Terbakar di Pasuruan, Korban Ditemukan dalam Kondisi Tangan & Kaki Terikat

Baca: Pulang Berlibur dari Jepang, Syahrini Ketahuan Pakai Gelang Couple dengan Reino Barack?

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Peraturan ini mengamanatkan pemerintah sampai pemerintah daerah harus mampu mengelola 100 persen dari limbah padat yang dihasilkan secara nasional pada 2025. Pada dasarnya peraturan ini memberikan pedoman untuk mengelola timbulan sampah,” terang Vivien.

Lebih lanjut, menyoal sampah di laut, Indonesia adalah negara kepulauan dan mengganggap laut adalah aset vital.

Ia menegaskan bahwa masalah puing-puing plastik laut telah menjadi salah satu prioritas untuk diselesaikan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Peraturan tersebut bertujuan mengurangi 70 persen kebocoran sampah ke laut pada tahun 2025.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang tepat harus diterapkan untuk mengurangi dan mencegah timbulnya sampah terutama sampah plastik ke laut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved