Penjualan Tenun Endek Ikat Lesu, Pemilik: Kalau Boleh Nangis, Nangis Saya
Enam orang pekerja terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di lokasi pembuatan tenun ikat endek Bali di Jalan Sekar Jepun, Gatot Subroto
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Enam orang pekerja terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di lokasi pembuatan tenun ikat endek Bali di Jalan Sekar Jepun, Gatot Subroto Timur, Denpasar.
Ada yang menenun, membuat motif, ada pula yang mewarnai benang dan memilah benang untuk ditenun.
Mereka semua terlihat suntuk dengan pekerjaan masing-masing ketika Tribun Bali berkunjung ke sana, Kamis (31/1/2019) siang.
Menurut pemilik usaha kerajinan tenun ikat Etmy Kustiyah Sukarsa, penjualan kain tenun endek kini mengalami penurunan, lesu, dan tak menentu.
Tak seperti dulu, beberapa tahun belakangan ini pesanan pun tak banyak.
"Tidak tahu menurunnya karena apa, kalau dulu betul-betul banyak pesanan, sekarang agak sepian. Makanya saya dengar endek mau digalakkan dan dipakai di instansi-instansi," katanya.
Ia berharap tahun 2019 ini ada kenaikan.
Selain sedang lesu, pembuatannya juga sangat sulit karena harus melalui banyak tahapan sebelum kain itu benar-benar jadi.
Bahkan untuk satu kain bisa selesai hingga dua bulan lebih.
"Nenunnya sih cepat. Sehari bisa dapat satu. Tapi prosesnya mewarnai, membuat motif sangat lama. Sehingga kalau orang ngerti pesannya tiga bulan sebelumnya," katanya.
Selain itu ia juga kesulitan mencari tenaga untuk menenun.
Tenaga yang ada sudah berumur dan lanjut usia.
Hal ini karena generasi muda lebih suka kerja di toko atau jadi pelayan di tempat makanan cepat saji ketimbang belajar menenun.
Usahanya ini telah berdiri tahun 1980-an ketika Gubernur Bali saat itu Ida Bagus Mantra.
Baca: TRIBUN WIKI - 5 Jenis Kain Tenun Khas Bali, dari Endek hingga Kling
Baca: Made Sasmita, Menekuni Tenun Cag Cag Sejak 1985 Silam
Baca: Harga Duplikat Tenun Ikat Warisan Leluhur Flores Capai Rp 10 Juta, Proses Produksi hingga 1 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penenun-kain-tenun-ikat.jpg)